UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Jatim Fasilitasi Pelatihan Tax Planning dan pengawasan Bagi Pengelola Koperasi

(Imam Sutrisno Bersama Peserta Pelatiha)

 

Sidoarjo, PipNewsJatim.Com – Penting bagi koperasi maupun UKM untuk membuat perencanaan pajak yang sejalan dengan regulasi yang berlaku. Pemerintah berupaya mengintensifkan peran serta semua pelaku usaha kegiatan ekonomi untuk membayar pajak termasuk koperasi. Regulasi perpajakan bagi koperasi dalam beberapa tahun mangalami perubahan. Tak heran bila banyak pengelola koperasi memiliki persepsi yang berbeda – beda terkait pengenaan pajak. Tak kalah penting adalah pengawasan dalam koperasi.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jatim melalui UPT pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jatim memberikan fasilitasi dalam bentuk Pelatihaan yang bertajuk Tax Planning dan pengawasan Bagi pengelola Koperasi.

(Peserta Pelatihan Tax Planning dan Pengawasan Bagi Pengelola Koperasi)

 

Kegiatan tersebut dihadiri 60 orang dan dibagi dalam dua kelas masing – masing kelas berjumlah 30 orang. Hadir sebagai narasumber dari Widyaiswara adalah Ir. Nina Sulistyo Utami, Bambang Sigit Pramono, S.Sos, M.Si, Rr. Ratna Saktijaningdijah, SE, MSA, Elok Ning Faikoh, S. Pi., M.P. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Utami Jl. Raya Bandara Juanda Selatan Sidoarjo yang belangsung pada tanggal 24 – 26 Juni 2019.

Kepala UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Drs. Imam Sutrisno, M.M mengatakan bahwa tujuan digelarnya kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Khususnya Bendara/juru Buku dan pengawas untuk berperan aktif dalam pengelolaan koperasi sesuai standart minimal selaku pengelola.

Harapannya, pengelola koperasi dapat meningkatkan pengetahuannya dalam melakukan tax planning dan pengawasan terhadap koperasi yang dikelolanya. Oleh karena itu, peserta yang diundang adalah bendahara/juru buku dan pengawas koperasi.

“Pelatihan ini dikhususkan bagi Bebdahara/Juru Buku dan Pengawas. Tujuannya, agar mereka paham dalam melakukan tax planninh dan pengawasan terhadap koperasi yang dikelolanya”, ujarnya.

(Salah Satu Pemateri Menyampaikan Materinya)

Perlu diketahui bahwa peserta pelatihan tersebut adalah pusat – pusat koperasi yang notabenenya sebagai target basis sasaran pembinaan UPT pelatihan koperasi dan UKM Jatim yang berasal dari Kabupaten dan Kota di Jatim.

Menurut Imam Sutrisno, koperasi di indonesia ibarat manusia yang usianya sudah tua. Selain lambat pergerakannya tetapi juga miskin kreativitas dan gebrakan yang progresif.

“Koperasi kita itu seperti orang lanjut usia. Gerakannya lambat dan tidak kreatif. Oleh karena itu, harus ada gebrakan agar koperasi bisa sejajardengan koperasi yang ada di luar negeri yang sukses dan maju. Saya berharap, peserta pelatihan ini bisa menyerap ilmu yang diberikan para pengajar untuk selanjutnya di terapkan di masing – masing koperasinya agar bermanfaat bagi anggota dan masyarakat sekitarnya”, pungkasnya. [Erl]

Berita Lainnya