Tomiko, Solusi Dekopinwil Jatim Atasi Minimnya Kerjasama Antar Koperasi

(Ketua Dekopinwil Jatim sedang memberikan sambutan)

 

Lamongan, PipNewsJatim.Com – Minimnya kerjasama antar koperasi menjadi perhatian serius Ketua Dekopinwil Jatim, Drs. Ec. Tri Harsono, menurutnya fenomena tersebut terjadi karena lemahnya kesadaran koperasi untuk bersatu. Padahal, esensi koperasi sejatinya adalah persatuan, gotong royong dan kekeluargaan.

“Kami melihat kurangnya kesadaran koperasi menjadi penyebab minimnya kerjasama antar koperasi. Oleh karena itu kami berupaya untuk mencari solusinya agar koperasi bisa saling bekerjasama”, ujar Tri Harsono saat memberikan sambutan pada kegiatan Temu Bisnis Antar Koperasi Yang Bergerak di Sektor Pertanian dan Pangan di Hotel Mahkota Lamongan. Senin (24/06/2019).

(Peserta Temu Bisnis)

Tri Harsono menilai bahwa sulitnya kerjasama antar koperasi terjadi karena minimnya komunikasi antar koperasi sehingga secara otomatis tidak terjadi sinergi kepentingan diantara koperasi.
Oleh karena itu, Dekopinwil Jatim yang memiliki fungsi fasilitasi berupaya mempertemukan kepentingan koperasi. Salah satunya dengan melakukan Temu Bisnis bagi pelaku koperasi. Dimana diharapkan melalui kegiatan tersebut terjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

“Kami berharap Temu Bisnis ini menjadi pintu terbangunnya kerjasama antar koperasi. Sangat ironis, selama ini hanya untuk kebutuhan pangan, koperasi kulakannya bukan kepada koperasi. Tetapi kepada agen sembako yang notabene bukan koperasi. Padahal kita punya Puskud Jatim sebagai produsen pangan dan sembako”, ujarnya.

Tomiko Sebagai Solusi
Di era Revolusi Industri 4.0 ini perlu ada alternative solusi yang cepat dan tepat dalam mengatasi minimnya kerjasama antar koperasi.

Untuk merespon hal tersebut, Dekopinwil Jatim telah membuat sebuah aplikasi yang mampu mempertemukan kepentingan antar koperasi dan produsen dengan konsumen secara langsung dan cepat. Yaitu Tomiko alias Toko Milik Koperasi.

Tomiko hampir sama dengan aplikasi e-commerce yang lain. Tetapi lebih spesifik lagi pada produk yang diproduksi oleh koperasi. Harapannya, Tomiko dapat menjadi media untuk memasarkan produk koperasi kepada masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya. Yang pasti, di Tomiko memiliki kelebihan yaitu harga yang relatif lebih ekonomis karena langsung di produksi sendiri oleh koperasi.

“Tentunya di Tomiko itu harganya lebih ekonomis jika dibandingkan dengan e-commerce yang lain. Karena produk di Tomiko itu langsung dari produsen atau koperasi”, tuturnya.

Gubernur Perlu Jadi Anggota Koperasi
Tidak hanya berhenti pada Tomiko saja, Tri Harsono juga menyampaikan bahwa untuk mengatasi pemasaran produk koperasi agar tidak hanya pasar lokal saja tetapi juga bisa menembus pasar global atau export, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM agar membuat sebuah koperasi khusus pejabat. Dimana anggotanya adalah pejabat dilingkungan Pemprov Jatim yang terdiri dari para Kepala Dinas dan eselon sederajat.

“Perlu koperasi khusus pejabat. Pejabat itu sering melakukan perjalanan dinas koperasi antar provinsi dan manca negara. Mereka bisa memasarkan produk koperasi agar bisa tembus pasar nasional dan ekspor. Bahkan kalau diperlukan, Gubernur dan Wakil Gubernur pun bisa dijadikan sebagai anggota koperasi agar mereka memiliki perhatian terhadap produk koperasinya sendiri”, pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan Temu Bisnis tersebut dihadiri oleh koperasi yang bergerak dibidang penyedia pangan dan telah memiliki produk. Sedangkan pematerinya berasal dari Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petro Kimia Gresik dan Aris yuli prasetyo dari Perhimpunan Penyuluh Pertanian Jawa Timur. [Elc]

Berita Lainnya