Terbukti, Kopwan Mampu Tingkatkan Perekonomian Daerah

 

Sumenep, PipNewsJatim.Com – Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan usaha simpan pinjam yang dilaksanakan oleh Koperasi Wanita dan untuk mewujudkan koperasi wanita di masing – masing kelurahan Desa agar menjadi lembaga keuangan non Bank yang sehat dan mantap, maka Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Sumenep, menggelar Bimtek Standar Operasional Prosedur dan Standar Operasional Manajemen yang dilaksanakan di Aula Koperasi Wanita Potre Koneng Jl. Dr. Cipto Kav. 16 – 17 Perum Sekar Agung Regency Kolor Sumenep, Kamis (21/2/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 peserta dari Koperasi Wanita se – Kab. Sumenep, Dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Sumenep yang diwakili oleh Zulaicha Permataningrum, SE.MM kasi Pengendalian SP, Moch. Yusran, SE Kabid FPSP serta Nara sumber dari Ketua Kopwan dan Pelaku UKM dari Kopwan”Pundi Arta Jaya” Desa Ngijo Kec.Karangploso Kab. Malang yang diwakili oleh Erlin Selaku Ketua dan Selaku Sekretaris I APUKW JATIM( Asosiasi Ajang Pengembangan Usaha Koperasi Wanita Jatim) juga selaku ketua I ASKOWMARA (Asosiasi Kopwan Se- Malang Raya) serta Lukis pelaku UKM
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kabid FPSP moch.Yusran,SE yang didampingi oleh Zulaicha Permataningrum,SE.MM kasi pengendali SP.

Dalam sambutannya beliau mengatakan “luar biasa dan sukses atas Bimtek yang digelar karena dari 100 Kopwan yang diundang hadir seratus persen” memadati tempat duduk yang disediakan.

Menurutnya, Eksistensi Koperasi Wanita di Kabupaten Sumenep cukup signifikan dengan adanya Kopwan mampu membantu Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan mengatasi masalah nasional seperti mengurangi pengangguran, peningkatan pendidikan dan mengatasi masalah gender.

“Terbukti, hadirnya Kopwan mampu membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran. Dan yang lebih penting lagi adalah mengatasi masalah gender”, ungkapnya.

Yusran menambahkan bahwa Koperasi Wanita adalah wadah bagi wanita untuk perbaikan ekonomi keluarga, aktualisasi diri bagi kaum wanita karena profesi wanita bisa terangkat tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tetapi sudah bisa berprofesi sebagai pengurus Kopwan dan pelaku UKM yang bisa menambah pendapatan keluarga. Peran koperasi telah membuktikan keunggulannya, memberdayakan wanita sebagai pioner dalam membantu usaha Mikro dan kecil diwilayahnya. Oleh sebab itu koperasi wanita yang ada di Kabupaten Sumenep perlu ditumbuhkan dan didorong perkembangannya secara berkelanjutan.

“Kedepan, kami akan terus mendorong tumbuh dan berkembangnya Kopwan. Karena eksistensinya sudah terbukti mampu memberikan nilai lebih kepada anggota dan pengurusnya dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan menjadi wadah dalam menggerakkan ekonomi daerah”, tambahnya.

Berpijak dari itulah maka dalam Bimtek yang digelar supaya Kopwan se Kabupaten Sumenep termotivasi untuk bangkit dan tambah semangat memajukan Kopwannya. Hadir sebagai Narasumber yaitu Pengurus dan Pelaku UKM dari Kopwan”Pundi Arta Jaya” yang sudah berkinerja baik dan dalam kinerjanya sudah menggunakan Standar Operasional Prosedur dan Standar Operasional Manejemen.

Sementara itu, Erlin mengajak seluruh Kopwan di Kabupaten Sumenep untuk bersama menyatukan tekad dalam wadah Koperasi Sekunder Jatim atau melalui Asosiasi APU KW JATIM. Menurutnya, dengan wadah koperasi sekunder, maka bergaining position Kopwan dalam percaturan ekonomi di Jawa Timur akan semakin kuat.

“Agar Kopwan memiliki berganing position yang kuat, maka perlu didorong untuk bersatu dalam wadar koperasi sekunder atau APU KW JATIM” tuturnya.

Tidak hanya itu, Erlin menyakinkan bahwa melalui wadah Koperasi Sekunder tingkat Jawa Timur, maka produk anggota akan mudah terserap karena wilayah pasar/marketnya pun otomatis lebih luas.

Salah satu keuntungan memiliki Koperasi Sekunder adalah tersedianya pasar yang luas. Tidak hanya pasar nasional bahkan bisa jadi bisa Internasional/global yang penting produknya berkualitas”, pungkasnya. [Er]

Berita Lainnya