Tantangan Revolisi Industri 4.0 Bagi Koperasi Indonesia

(DR. Agung Sudjatmoko Saat Bersama Presiden RI)

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Merubah Strategi Bisnis

Peter Drucker (1994) mengatakan “ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi sumber utama, untuk kekuatan militer dan ekonomi suatu negara.

Secara fundamental, hal tersebut berbeda dengan sumberdaya kunci ekonom lama/tradisional berupa tanah, tenaga kerja, dan modal. Kita perlu kerja secara sistematis dengan kualitas pengetahuan, teknologi dan meningkatkan produktivitas bisnis untuk meningkatkan kapasitas kinerja, menjaga daya saing dan kelangsungan hidup bisnis.

Sejarah perjalanan revolusi industri dunia, ditentukan oleh penemuan dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mulai dari mesin uap, listrik, mesin industri, internet, informasi teknologi, mulimedia, cloud storage data sampai ke fusi teknologi yang sangat canggih, sampai ke informasi dan big data. Bisnis di era post modern ini tantanganya bukan semakin mudah, walupun fasilitas ilmu pengetahuan semakin berkembang. Pergerakan pelaku bisnis tidak terkecuali KOPERASI harus cepat dan tepat melakukan perubahan yang mengarah pada:
(1). Globalisasi of bussines (organizations are more global, multisite, multilingual, and multiculture).
(2). Learner organizations (doing more – doing faster, need work smarter – knowladge worker).
(3). Corporate amnesia (creates problems of knowladge continuity the organization, continuous learning demand knowladge worker).
(4). Technological advance (IT – connectivity not only abiquitios but has radically changed expectation).

Pelaku bisnis harus melakukan perubahan mindset, manajemen dan struktur organisasi bisnisnya, strategi dan model bisnisnya, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk terus berkembangnya kemampuan serta daya saingnya memenuhi kebutuhan anggota/pasar. Jika tidak melakukan perubahan, maka pelaku bisnis akan dilibas oleh perubahan menuju kemunduran yang membahayakan kelangsungan bisnisnya.

 

Era Perubahan dan Percepatan

Teknologi informasi dan ilmu pengetahuan dalam bisnis menjadi faktor penentu perubahan dinamika dan lingkungan bisnis saat ini dan dimasa mendatang. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah peradaban manusia secara cepat. Bahkan kebiasaan dan budaya serta sendi-sendi kehidupan sosial mengalami pergeseran nilai. Dampak perubahan ini mempengaruhi dinamika ekonomi dan motif pemenuhan kebutuhan. Berubahnya ekspektasi kehidupan, gaya hidup, pola pemenuhan kebutuhan, serta cara pembayaran harus disikapi cepat dan tepat serta strategis oleh koperasi.

Teknologi informasi telah mendorong dinamika yang sangat cepat dalam bisnis – saat ini pemenang persaingan bisnis ditentukan oleh:
(a). Yang mengetahui dan memahami menyelesaikan masalah pasar/anggota.

(b). Yang menguasai informasi dan data.

(c). Yang kreatif dan inovatif memanfaatkan teknologi.

(d). Yang mempunyai dan memanfaatkan jaringan komunitas (strategi kolaboratif).

Eksistensi dan keberlanjutan bisnis bukan ditentukan oleh besarnya aset, modal, atau skala usaha perusahaan, tetapi ditentukan oleh “Kelincahan” pelaku bisnis memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan/anggota.

Pelaku usaha yang akan bertahan ditentukan oleh kemampuan menemukenali masalah anggota/pasar, menyusun model bisnis yang mengatasi masalah tersebut, dan yang mampu memberikan pelayanan dengan tepat, cepat, aman, nyaman dan murah. Dan kesemua bentuk bisnis ini didasarkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa ilmu pengetahuan pelaku bisnis akan buta memahami perubahan, dan tanpa teknologi pelaku bisnis akan mati karena ditinggalkan pelangganya.

 

Koperasi dan Tantangan Zaman

Saat ini koperasi dan dunia usaha maupun pemerintah serta masyarakat menghadapi perubahan yang sangat cepat. Era revolusi industri 4.0, economic sharing, digital economy, era generasi milenial sedang dan akan terus terjadi. Teknologi dan ilmu berkembang sangat cepat, maka perubahan terjadi sangat cepat. Teknologi bukan hanya meyebar keseluruh pelosok tetapi telah merubah ekspektasi kehidupan masyarakat secara radikal. Pada posisi inilah koperasi harus secara kaffah menjalankan prinsip-prinsip dan nilai koperasi serta melakukan perubahan dan percepatan melalui langkah strategis sebagai berikut:
Pertama, Fokus mengembangkan bisnis, sebagai perusahaan milik anggota koperasi harus mengarah ke konglomerasi bisnis berbasis kebutuhan anggota, karena potensi ekonomi anggota sangat besar dan dapat dikonsolidasikan dalam bisnis koperasi.

Kedua, Modernisasi manajemen koperasi dengan menekankan pada profesionalisasi dan menggunakan kaidah ekonomi perusahaan (skala kelayakan bisnis menjadi dasar pengelolaan usaha koperasi).

Ketiga, Melakukan perubahan strategi, pola, model bisnis berbasis ada teknologi informasi dan ilmu pengetahuan.

Keempat, Melakukan kolaborasi bisnis dengan sesama koperasi maupun pelaku usaha lainya melalui aliansi strategis, menggarap peluang bisnis strategis membangun kemandirian dan kesejahteraan bersama.

Kelima, Meningkatkan kualitas SDM baik anggota (mengembangkan ekonomi literasi dan vokasi bisnis), pengurus, pengawas dan manajemen (memperkuat manajemen strategik dan mengembangkan model bisnis modern untuk koperasi)

 

Penulis : DR. AGUNG SUDJATMOKO, MM
Ketua Harian DEKOPIN

Berita Lainnya