Sidang Ke-V Peradilan Pajak, PKPRI Kediri Tak Lelah Memperjuangkan Prinsip Koperasi

(Tim Pemohon Peradilan Pajak PKPRI Kabupaten/Kota Kediri)

 

Surabaya, PipNewsJatim.Com – Sidang Ke-V Peradilan Pajak dengan pemohon PKPRI Kediri dan Termohon Direktorat Jendral Pajak Kementerian Keuangan RI kembali digelar di Gedung Keuangan Negara Jalan Indrapura Surabaya, Rabu (10/07/2019). Sidang tersebut merupakan persidangan ke V sejak dimulainya pada tanggal 6 Maret 2019.

Ketua Tim Pemohon Banding PKPRI kabupaten/Kota Kediri Suyono S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap terus berjuang demi tegaknya keadilan pajak bagi koperasi.

“Kami tidak akan pernah menyerah dan lelah untuk memperjuangkan dalam mendapatkan pengakuan dan keadilan tentang pengelolaan usaha koperasi ketika melayani kebutuhan anggota sebagai pemilik koperasi sebagai usaha yang tidak profit orirnted”, kata Suyono.

Menurut Suyono, pihaknya bergerak berdasar pada ketentuan perundangan yang ada dan pendapat para pejuang koperasi yang menghayati prinsip-prinsip koperasi.

Suyono menegaskan bahwa sejatinya koperasi tidak pernah berdagang atau mencari untung dari anggota sebagai pemiliknya. Dengan kata lain, koperasi tidak mencari keuntungan dari dirinya sendiri.

“Yang harus dipahami adalah koperasi tidak pernah berdagang atau mencari untung dari anggotanya sendiri. Itu saja”, tegas Suyono.

Sementara itu, Ketua PKPRI Kabupaten/Kota Kediri, R. Nugroho, ketika ditemui setelah selesainya persidangan mengatakan kepada PIP News, bahwa ada hal substansif yang saat ini diperjuangkan oleh PKPRI Kabupaten/Kota Kediri. Yaitu pengakuan bahwa Koperasi dan anggota sebagai pemilik adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Bagaikan sebuah mata uang dengan dua sisinya. Satu sisi adalah badan hukum yang bernama koperasi sedangkan disatu yang lain adalah wujud kasat mata koperasi yaitu kumpulan orang yang berhimpun bersama untuk menghimpun kekuatan bersama dan melakukan usaha bersama sebagai wujud gerakan saling menolong”, kata Nugroho.

Menurut R. Nugroho, pada saat ini masih banyak pihak termasuk para penggiat koperasi sendiri memahami koperasi dan anggota adalah dua pihak yang saling bertransaksi.

“Lebih menyedihkan lagi ada pihak yang mencontohkan koperasi bagaikan sebuah badan hukum PT yang bertransaksi dengan pelanggannya. Itu sungguh merupakan kesalahan besar dan menyesatkan. Koperasi dan PT sangat berbeda”, pungkas Nugroho.

 

Berita Lainnya