Sesmenkop RI Apresiasi Langkah Dekopinwil Jatim Siapkan Kader Koperasi

(Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi RI)

 

Surabaya, PipNewsJatim.Com – Meskipun tidak dapat menghadiri acara Rapat Pembahasan MoU Forum Rektor PTN/PTS Dalam Rangka Implementasi Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi Di Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Dekopinwil Jatim, Sekretaris Menteri Koperasi RI, Prof. DR. Rully Indrawan, M.Si yang sejatinya didapuk sebagai Keynote Speaker, rupanya tetap memberikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Hotel Sahid Surabaya, Selasa (6-7/08/2019).

Buktinya, selain mengutus Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop RI sebagai gantinya, Rully Indrawan secara khusus menyampaikan dukungannya melalui sambutan yang dibuatnya untuk Dekopinwil Jatim.

Sambutan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pengawan Kemenkop RI, Suparno, SE, M.Si. Mengawali sambutan tersebut, Suparno menyampaikan permohonan maaf dari Sesmenkop RI. Menurutnya, Sesmenkop RI awalnya akan menghadiri kegiatan tersebut. Tetapi karena Sesmenkop RI mendapatkan tugas dari Menkop RI, maka pihaknya yang diutus untuk menggantikannya.

“Prof. DR. Rully Indrawan, M.Si itu sejatinya yang akan hadir secara langsung. Tetapi karena beliau ditugaskan oleh Bapak Menteri Koperasi, maka beliau menugaskan saya untuk hadir di tempat ini. Tetapi, pada prinsipnya beliau sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini” kata Suparno.

(Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi)

Berikut sebagian penggalan sambutan Sekretaris Menteri Koperasi, Prof. DR. Rully Indrawan, M.Si :
Pada kesempatan ini izinkan kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dekopin Provinsi Jawa Timur yang telah berpartisipasi aktif dalam meningkatkan ekonomi di Jawa Timur dengan terus memacu produksi koperasi yaitu meningkatkan produksi baik berupa banrang atau jasa koperasi yang berada di Jawa Timur, dengan salah satu caranya adalah meningkatkan jaringan ritel koperasi sebagai etalase produk UKM.

Saat ini kemenkop sedang melakukuan reformasi total koperasi dengan cara mengubah paradigma pemberdayaan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas. Juga melakukan penataan database koperasi berbasis online data system (ODS) serta m3ningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh.

Untuk meningkatkan jumlah UMKM di Indoneaia diperlukan semangat kewirausahaan yang harus ditanamkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Sehingga dengan semangat kewirausahaan maka generasi muda akan terderong untuk memiliki dan membuka usaha sendiri, membangkitkan ide-ide kreatifnya untuk menciptakan suatu produk yang dibutuhkan dan bermanfaat sehingga perlu diadakan pelajaran dan pelatihan kewirausahaan di dalam kampus agatlr mahasiswa sudah mendapatkan materi tentang berwirausa dan mudah-mudahan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain sejak masih duduk dibangku kuliah. Dan nantinya para mahasiswa tidak selalu berorientasi mencari pekerjaan. Justru dengan semangat kewirausahaan akan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagu orang lain dengan membuka usaha sendiri.

Dosen merupakan pilar utama dalam pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi. Nilai-nilai kewirausahaan dapat ditransfer kepada mahasiswa melalui berbagai aktifitas belajar mengajar. Dosen mempunyai potensi untuk membangkitkan dan mengembangkan wirausaha di berbagai aktifitas penelitian sehigga dapat membangkitkan usaha melalui pengembangan hasil penelitian, pemanfaatan laboratorium dan worksho. Pemnafaatn laboratorium lapangan dan lain-lain sehingga hasilnya dapat diimplementasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat.

Dengan demikian akan berkembang wirausaha-wirausaha dari Perguruan Tinggi berbasis iptek. Dosen yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan akanndapat membimbing mahasiswa dalam menginisiasi dan mengembangkan usahanya sehingga terjadi proses akselerasi pertumbihan wirausaha baru.

Jatim Sebagi Kiblat Koperasi Indonesia
Setelah menyampaikan sambutan Sesmenkop RI, Suparno mengatakan bahwa Jumlah koperasi di jatim terbesar di Indonesia. Menurutnya, tidak hanya kuantitasnya yang besar, secara kualitas banyak koperasi di Jawa Timur termasuk dalam koperasi besar di Indonesia. Bahkan salah satu koperasi di Jawa Timur yaitu Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) termasuk dalam 300 koperasi Besar di Dunia.

“Jatim itu adalah provinsi koperasi. Kalau mau belajar koperasi, harus belajar ke Jatim”, pungkasnya. [Elc]

Berita Lainnya