Ricuh, Munas Dekopin 2019 Tersusupi Peserta Tidak Sah

(Suasana Ricuh Munas Dekopin 2019)

 

Makasar, PipNewsJatim.Com – Sekitar jam 23.00 Wita terjadi kericuhan yang dilakukan oleh peserta tidak sah yang tidak memiliki hak suara terhadap beberapa peserta Munas Dekopin di Hotel Claro Makasar. Selasa (12/11/2019).

Salah satu peserta Munas dari Dekopinda Kota Blitar, Slamet Sutanto mengatakan bahwa pimpinan sidang sudah tidak adil dan tidak netral dan cendrung memihak salah satu calon.

“Prinsipnya pimpinan sidang tidak bisa menjalankan sebagai pimpinan sidang yang adil. Tidak bisa mengakomodir masukan-masukan peserta rapat. Sehingga nampak keberpihakannya pada salah satu kandidat. Tatkala kita melakukan argumentasi dalam bentuk pandangan umum ada pihak-pihak tertentu yang menekan. Pihak tersebut bukan peserta Munas, bukan yang memiliki suara. Apakah itu model premanisme, atau bagian dari strategi dari panitia atau strategi dari pihak-pihak tertentu. Kami tidak bisa memutuskan. Maka kami dari kontingen Jatim untuk menetralisir meminta bantuan dari pihak kepolisian sebagai bentuk pertanggungjawaban dari panitia Munas untuk mengamankan jalannnya Munas tersebut”, ujarnya.

Oleh karena itu, Slamet Sutanto meminta agar pimpinan sidang untuk mengeluarkan peserta yang tidak sah. Menurutnya, pimpinan sidang harus mengacu pada AD/ART tentang peserta Munas.

“Pihak yang tidak memiliki hak suara wajib untuk dikeluarkan. Karena dalam AD/ART yang menjadi anggota Munas adalah Pimpinan Dekopin, Induk Koperasi, Dekopinwil dan Dekopinda. Bahkan, peninjaupun mulai besok sudah tidak boleh memasuki ruangan Munas”, ungkap Slamet Sutanto.

Di tempat yang sama Ketua Dekopinda Dili Serdang, Zulkifli Utama mengatakan pimpinan sidang telah memaksakan kehendak agar digelar Munas Khusus untuk merubah AD/ART yang sebetulnya tidak diagendakan.

“Pimpinan sidang tidak netral. Mereka berusaha untuk merubah AD/ART. Tidak hanya itu, di ruang sidang Munas banyak dipenuhi orang-orang yang tidak berkepentingan bahkan cendrung melakukan intimidasi. Ini kelalaian panitia. Mereka harus bertanggungjawab. [Elc]

Berita Lainnya