Respon Gerakan Koperasi Terhadap Kenaikan Target Penerimaan Pajak 20%

Ketua Puskud Jatim, Drs. H. Mardjito GA

 

Surabaya, PIPNewsJatim.Com – Kenaikan target penerimaan pajak yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan beberapa waktu yang lalu, mendapatkan respon dari gerakan koperasi.

Hal tersebut datang dari Ketua Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Jatim, Drs. H. Mardjito GA. Menurutnya, Kenaikan target nasional sebesar 20% tentu ada pengaruhnya terhadap koperasi sebagai wajib pajak. “Pasti ada dampaknya terhadap koperasi. Namun mudah-mudahan yang dibidik itu wajib pajak kelas kakap yang selama ini masih banyak yang belum tertib bayar pajak”, ungkap mantan Anggota DPD-RI ini. Rabu (10/01/2018).

Mardjito mengungkapkan bahwa koperasi harus kompak menentukan sikap melalui Dekopin untuk meminta kepada Menteri Koperasi dan Dirjen Pajak agar koperasi mendapatkan keringanan tentang pajak.

“Kita memiliki Dekopin sebagai wadah tunggal gerakan koperasi. Oleh karena itu kita harus kompak untuk meminta keringanan pajak kepada pemerintah”, ujarnya.

Sebelumnya persoalan pajak sempat menjadi problem dan diskursus diinternal koperasi. Sebagai warga negara yang baik dan wajib pajak, koperasi juga memiliki hak dan kewajiban yang sama terkait pajak. Tetapi pemerintah juga harus paham dan jeli melihat persoalan ini. Artinya bahwa perlu dibedakan antara koperasi dengan BUMN dan BUMS. Oleh karena itu, perlu ada keberpihakan pemerintah terhadap koperasi yaitu dengan mencari solusi dan formulasi yang terbaik untuk koperasi.

“Bila pemerintah berpihak pada koperasi, tentunya perlu dicarikan solusi sebab koperasi itu milik orang banyak dan merupakan implementasi dari pasal 33 ayat 1 UUD 45”, Pungkas Mardjito. [Elc]

Berita Lainnya