Rakerwil Dekopinwil Jatim Usung Tema Digitalisasi Koperasi

 

Surabaya, PipNewsJatim.Com – Ketua Dekopinwil Jatim, Drs. Ec. Tri Harsono tak henti-hentinya menyoroti masih belum mampunya koperasi dalam bersaing dengan badan usaha yang lain. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sepantasnya terjadi, mengingat sebenarnya koperasi memiliki potensi untuk bisa bersaing bahkan lebih maju daripada badan usaha yang lain. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Rakerwil Dekopinwil Jatim di Hotel Darmo Suite Surabaya, Kamis (18/10/2018).

“Diakui atau tidak, saat ini koperasi masih kalah bersaing dengan badan usaha yang lain. Ini tugas kita untuk membangun koperasi agar bisa bersaing dengan mereka”, ujarnya

Tri Harsono menilai bahwa koperasi memiliki banyak persamaan dengan badan usaha yang lain. Salah satunya adalah koperasi dengan BUMN/BUMS merupakan badan usaha yang sama-sama dilindungi undang-udang. Tetapi bedanya, koperasi dimiliki oleh banyak orang sementara BUMN/BUMS dimiliki oleh segelintir orang saja.

Menurut Tri Harsono, Dari persamaan tersebut seharusnya koperasi menjadi badan usaha yang maju dan setara dengan badan usaha yang lain. Bahkan, apabila perbedaanya pun menjadi rujukan, pun juga seharusnya menjadi faktor pendukung koperasi bisa lebih maju. Pasalnya, kepemilikan dengan orang banyak yang diikat dengan semangat kekeluargaan akan menjadikan koperasi menjadi lebih kuat dan maju.

Pada kesempatan tersebut, Tri Harsono mengajak segenap gerakan koperasi baik Pusat Gabungan Koperasi maupun Dekopinda untuk serius membangun dan memajukan koperasi.

Tak hanya berhenti disitu, Ketua Puskopkar Jatim ini membagikan resep bagaimana agar koperasi menjadi setara dan lebih maju daripada BUMN/BUMS. Menurut Tri Harsono, ada tiga hal penting yang harus dilakukan koperasi yaitu, Pertama, koperasi sudah harus akrab dengan digitalisasi dan teknologi informasi. Hal tersebut menjadi sangat penting karena diera Revolusi Industri 4.0 banyak pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh manusia sudah digantikan dengan mesin digital. Faktanya, melalui peran digitalisasi teknologi informasi dapat menekan biaya produksi. Sehingga secara otomatis produk koperasi akan bersaing dengan yang lainnya.

“BUMN/BUMS sudah sangat akrab menggunakan sistem digital baik dalam operasinal, produksi maupun marketing sistemnya. Mereka sudah berada beberapa tingkat dari koperasi. Oleh karena itu, saya harap koperasi juga bisa mengikutinya”, tandasnya.

Sebagai bentuk keseriusannya, kedepan Tri Harsono mencanangkan program kerja Dekopinwil Jatim didominasi dengan fasilitasi dan pembinaan digitalisasi koperasi.

Kedua, sudah saatnya koperasi bersatu. Tri Harsono menilai bahwa saat ini koperasi cendrung bergerak secara parsial. Pihaknya mencontohkan, sulitnya Dekopinwil untuk melakukan fasilitasi dalam bentuk konsorsium (jaringan usaha). Padahal, menurut Tri Harsono, hal tersebut sangat mudah yaitu hanya dengan menyatukan visi dan misi masing-masing koperasi.

“Cukup kita satukan visi dan misi masing-masing koperasi. Selanjutnya pasti akan berjalan secara otomatis dan alamiah”, ungkap wakil ketua Induk koperasi karyawan ini.

Ketiga, percepat kaderisasi koperasi. Diakui atau tidak, saat ini pengurus koperasi didominasi oleh “orang yang sudah tua” dan sebagian diantaranya merupakan pensiunan. Menurutnya, pada usia 50 tahun keatas sudah memasuki masa non produktif. Pada masa itu, terjadi penurunan energi dan kreatifitas. Akibatnya koperasi cendrung stagnan dan monoton.

Oleh karena itu, Tri Harsono berharap perlu kaderisasi koperasi secara massif yang diikuti dengan memberikan kesempatan bagi kader tersebut untuk beekarir dan berkreasi di koperasi. Sebagai bentuk keseriusannya, Tri Harsono akan mendorong Badan Khusus yaitu BKPK dalan melakukan pembinaan dan kaderisasi pemuda koperasi terutama di kalangan Koperasi Mahasiswa sebagai inkubator bisnis mahasiswa.

Tri Harsono yakin, kemampuan SDM yang dimiliki Koperasi Mahasiswa yang sudah sangat akrab dengan digitalisasi teknologi informasi akan mampu mendorong koperasi lebih kuat dan maju. Sebagai bentuk keseriusannya, Tri Harsono akan memberikan kesempatan bagi generasi muda yang berproses di Kopma untuk ikut membangun koperasi yang dipimpinnya.

“Setelah kasus penyerobotan tanah milik Puskopkar Jatim oleh mafia sudah rampung, saya akan memberikan kesempatan bagi lulusan PTN/PTS yang berproses di Kopma untuk membantu saya membangun Puskopkar Jatim”, pungkasnya. [Elc]

 

Berita Lainnya