Raker APU KW JATIM Tahun 2019, Usung Data Base dan Kontak Dagang Sebagai Program Unggulan

 

Mojokerto, PipNewsJatim.Com – Bertempat di Warung Merah Putih Dsn. Bulaksempu No. 56, Ds. Gebangsari Kec. Jatirejo Mojokerto, APU KW JATIM menggelar Rapat Kerja dalam rangka merumuskan program kerja APU KE JATIM Tahun 2019, Selasa (19/03/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus diantaranya adalah Ketua I APU KW Jatim Siti Ngaisah, ketua II Sutini, Bendahara I Umi Farida, bendahara II Yuliatin, Sekertaris I Erlin Sulistyawati, Bidang UKM Neny Sulistyowati, CholifatunNurjanah, Ardiana, Ina Retnowati, Humas Ninik Retno, dan tentunya Penasehat APU KW JATIM yang sekaligus adalah salah satu pencetus ide babak baru lahirnya APU KW JATIM.

Dalam sambutannya, Penasehat APU KW JATIM, Soeharianto, SH. MM, memberikan saran dan wejangannya bagi pengurus melakukan terobosan untuk memfasilitasi sumber daya manusia dan anggotanya.

“Tantangan kedepan perlu diperhatikan bahwa pengelolaan kopwan harus mandiri dan profesional sesuai aturan perkoperasian yang berlaku”, ujarnya.

Soeharianto menambahkan bahwa usaha UKM anggota yang dibiayai dari unit simpan pinjam Kopwan harus di fasilitasi keberadaannya. Salah satunya melalui pangsa pasar yang terbuka lebar oleh APUKW JATIM baik melalui online maupun off line dan mitra kerja dari Asosiasi lainnya yang bertebaran di Jatim untuk membuka pangsa pasar baru.
Tidak hanya itu, menurutnya, Pengurus diharapkan untuk lebih meningkatkan koordinasi dengan pembina khususnya dari dinas koperasi dan UKM Provinsi. jatim. Salah satunya adalah dengan mengusulkan Program kerja kontak dagang dan fasilitasi pangsa pasar usaha anggota pada tahun 2019. Tidak hanya fokus pada Program Kerja, APU KW JATIM juga perlu melakukan penguatan kelembagaan dengan menambah bidang-bidang dalam kepengurusannya agar bisa mengakomodir semua kepentingan yang ada.

Sementara itu, ketua Umum APU KW JATIM, Siti Ngaisah menyampaikan bahwa tantangan pengurus akan semakin besar. Khususnya bidang UKM dan Humas. Menurutnya bidang tersebut membutuhkan keuletan dan kegigihan karena bersentuhan langsung dengan kepentingan anggota dan pihak lain terutama dengan akses pasar untuk produk anggota. Pada bidang UKM, APU KW JATIM kedepan akan membuat data base anggota mengenai produk dan kapasitasnya.

“Yang tersulit dan penuh tantangan itu adalah membuat data base anggota yang berbasis produk dan kapasitasnya. Karena hal tersebut membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit”, tuturnya.

Siti Ngaisah akan berusaha untuk menggelar agenda rutin setiap tahun yaitu Kontak dagang secara mandiri dan gelar produk UKM anggota yang dibiayai oleh USP Kopwan Penerima Hibah. Namun pihaknya juga berharap Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim bersinergi dengan APU KW JATIM yaitu dengan membantu fasilitasi pelatihan yang dibutuhkan oleh anggota.

“Kami akan berupaya melakukan kontak dagang secara mandiri. Tapi kami juga berharap Dinas Koperasi dan UKM Jatim yang juga merupakan pembina APU KW JATIM bisa bersinergi dengan kami terutama tentang fasilitasi program pelatihan untuk meningkatkan kulitas UKM di Jatim”, ungkap pengusaha Kedawung ini. [Er]

Berita Lainnya