Puskopkar Indonesia, Siap Sukseskan Program 1 Juta Rumah

 

Jakarta, PIPNewsJatim.Com – Untuk memenuhi target program pemerintah membangun 1 juta rumah, Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) seluruh Indonesia mengadakan Diskusi dengan tema “Pembangunan Koperasi Karyawan Berbasis Koperasi” di Gedung Graha Anugerah Pasar Minggu Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Hadir sebagai narasumber DR. Ir. Fadel Mohamad. Menurut Fadel, Koperasi mempunyai kekuatan besar yang harus diberdayakan. Salah satunya adalah anggota. Begitu juga dengan kopkar, dimana basis anggotanya merupakan karyawan.

“Anggota koperasi tidak hanya merupakan kekuatan modal tetapi juga merupakan pasar. Sehingga apabila ini digerakkan pasti akan menguntungkan”, tandas mantan Menteri Perikanan ini.

Lebih khusus lagi, Fadel meyakinkan bahwa kopkar itu lebih mudah dalam menjalankan bisnis properti, salah satunya adalah perumahan. Karena setiap karyawan tentunya membutuhkan rumah. Tidak hanya itu, kemudahannya adalah mereka memiliki gaji sehingga pasti akan cepat melunasinya apabila mereka membeli secara kredit.

“Karyawan itu pasti butuh rumah. Yang penting Kopkar perlu menyediakan perumahannya dengan harga yang bisa dijangkau oleh mereka. Kalau masalah keuangannya, insya Allah mereka akan cepat melunasinya karena mereka mempunyai gaji. Teknisnya, bisa melalui potong gaji atau yang lain sesuai dengan kesepakatannya.” Ujar anggota DPR RI komisi XI ini.

Fadel juga menunjukkan keberpihakannya terhadap Kopkar. Pihaknnya akan mendorong pemerintah untuk membuat regulasi yang mengatur tentang masalah perizinan, harga tanah dan bunga Bank. Tujuannya adalah untuk menekan harga rumah agar bisa dijangkau oleh konsumen dan juga menguntungkan kopkar. Tidak hanya itu, Fadel juga berupaya untuk mencari format agar dalam membangun rumah tdk perlu melibatkan Bank. Namun diupayakan melalui multifinance dari dalam kekuatan koperasi sendiri. Termasuk melibatkan perusahaan dengan memanfaatkan CSRnya.

“Nanti kita dorong pemerintah untuk mengatur regulasinya agar rumah tersebut terjangkau oleh konsumen oada umumnya dan karyawan pada khususnya. Saya inginnya dalam berbisbis itu tidak selalu melibatkan Bank. Tetapi harus mengoptimalkan potensi yang ada, salah satunya adalah modal dari koperasi dan CSR perusahaan”, pungkas mantan Ketua Kopma ITB ini.

Sementara itu, Ketua Puskopkar Jatim, Drs. Ec. Tri Harsono yang juga hadir dalam diskusi tersebut memberikan apresiasi kepada pemerintah karena melibatkan koperasi dalam proses pencapaian target pembangunan 1 juta rumah.

“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah karena memberikan kesempatan kepada koperasi untuk menyiapkan 1 juta rumah yang menjadi program pemerintah”, ujar Ketua Dekopinwil Jatim ini.

Sebagai bukti bahwa kopkar Jatim telah menyediakan perumahan adalah dengan dibangunnya perumahan Blukid 1, 2 dan 3 yang berada di Sidoarjo Jawa Timur. Tri juga menyampaikan bahwa perumahan merupakan bisnis yang menarik dan menguntungkan. Bahkan meskipun sebagian asetnya ada yang diserobot oleh mafia tanah, kopkar tetap bediri dan tetap maju.

“Bisnis properti itu asyik dan menguntungkan dan tidak basi. Malah semakin lama semakin menguntungkan. Walaupun aset kami masih ada yang diserobot mafia tanah, kopkar tetap akan tegak berdiri dan semakin maju”, ujar Tri.

Tidak hanya itu, menurutnya koperasi juga memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mengelola semua sektor strategis di Republik ini. Semuanya tergantung pada good will dan keberpihakan pemerintah pada koperasi.

“Prinsipnya koperasi itu seperti Palu Gada. Apa yang loe butuh gua ada. Artinya, koperasi bisa mengelola semua sektor strategis. Yang penting pemerintah itu memberikan kepercayaan kepada koperasi. Saya sedih, Bung Hatta menyakini bahwa koperasi itu Soko Guru perekonomian bangsa. Tetapi banyak sektor strategis seperti sektor energi, tol dan yang lain dipercayakan kepada pihak swasta bahkan asing. Seharusnya pemerintah mendahulukan koperasi untuk mengelolanya. Pungkas Tri. [ELC]

Berita Lainnya