Pinbas MUI Bersama Menteri Koperasi dan UMKM Panen Kacang di Bojonegoro

 

 

Bojonegoro, PIPNewsJatim.Com – Menindaklanjuti Kongres Ekonomi Umat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI dan Kantor Staf Presiden (KSP) menggandeng PT Perhutani dan Garuda Food meluncurkan program Agribisnis Kacang Nasional (AGRIKAS) di Bojonegoro, Jawa Timur.

Direktur PINBAS MUI, Azrul Tanjung dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan upaya pemberdayaan ummat. “Langkah ini perlu terus didukung,” ujarnya yang berharap langkah berikutnya akan lebih baik lagi.

Realisasi tahap pertama kemitraan ini dibuktikan dengan pelaksanaan Kegiatan tanam perdana kacang tanah di Desa Dander, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada tanggal 31 Oktober 2017 lalu.

Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi umat yang melibatkan banyak unsur, antara lain Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam dan Pondok Pesantren.

Setelah tiga bulan, akhirnya kegiatan tanam perdana kacang tanah tersebut telah bermetamorposa menjadi Kegiatan panen perdana kacang tanah pada 5 Februari 2018. Hasil panen dari total luas 6.5 hektar sebagai pilot projek awal ini menghasilkan sekitar 3 ton/hektar kacang tanah. Hasil ini sepenuhnya akan dipergunakan untuk bibit kacang tanah yang kemudian akan ditanam di lahan seluas 2.200 hektar lahan Perhutani, dengan target hasil kotor sekitar 18 juta rupiah per hektar. Dari rencana 2.200 hektar tersebut saat ini telah tertanam seluas 26 hektar lanjut Azrul.

Beberapa tokoh juga menghadiri Kegiatan Panen Raya Perdana Kacang Tanah tersebut. Mereka antara lain Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Komisaris GarudaFood Group Hartono Atmadja, Bupati Bojonegoro Suyoto dan Kadivre PT Perhutani Jatim Sangudi Muhammad.

Menkop UMK Sambut Positif

Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga Menteri Koperasi dan UKM, menyambut positif Program Agrikanas ini. Dengan adanya kemitraan ini kelompok usaha mikro, kecil dan menengah dapat terlibat langsung dalam rantai nilai usaha milik kelompok usaha besar yakni perusahaan seperti GarudaFood Group.

Pemerintah mendukung program Kemitraan Ekonomi Umat ini. Hal tersebut karena dapat turut membantu mengembangkan para petani dan santri sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang akan menjadi sumber ekonomi baru di Indonesia.

“Mereka memiliki ketahanan ekonomi atau resiliensi yang tinggi. Sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian Indonesia. Pengembangan ekonomi umat harus digerakkan oleh seluruh pihak terkait,” ungkap Puspayoga.

Hal senada juga disampaikan oleh Komisaris GarudaFood Group Hartono Atmadja. Dia berpendapat bahwa kemitraan ini memberikan kebermanfaatan bagi banyak pihak. Menurutnya yang terdampak positif tidak hanya untuk mereka dalam hal ini GarudaFood namun juga para Petani serta Santri.

“Mereka mendapatkan ilmu dari pelatihan budidaya kacang tanah dan benih berkualitas yang kami berikan. Dan GarudaFood juga mendapatkan jaminan ketersediaan bahan baku kacang tanah,” ujar Hartono seusai sesi dialog dengan Petani.[BK]

Berita Lainnya