Pengawas Gerakan Koperasi se Asia Pasifik (ICA) Ingatkan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membangun Koperasi

Tulungangung, PipNewsJatim.Com – PKPRI se ex Wilayah Kerja pembantu Gubernur Jatim Kediri menggelar Rapat Koordinasi yang dihadiri seluruh pengurus/pwengawas PKPRI Kabupaten/kota Kediri, KKPRI Kota Blitar, PKPRI Kabupaten Blitar, PKPRI Kabupaten Tulungagung, PKPRI Kabupaten Nganjuk dan PKPRI Kabupaten Trenggalek yang dilaksanakan di Hotel Wonorejo Pagerwojo Tulungagung. Minggu (30/9/2018).

Rapat Koordinasi tersebut dibuka dan diresmikan secara langsung oleh Ketua GKPRI Jawa Timur, Drs. H. Aloewi. Dalam sambutannya, H. Aloewi menyampaikan bahwa seiring dengan perkembangan tantangan dan tata kehidupan perekonomian pada saat ini, seluruh jajaran Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Jawa Timur harus tetap yakin bahwa melalui koperasi akan dapat diwujudkan kesejahteraan bersama khususnya dikalangan KPRI.

Oleh karena itu, H. Aloewi mengajak seluruh gerakan koperasi khususnya dikalangan KPRI untuk mengelola koperasi dengan semangat kemandirian, solidaritas dan partisipasi dari seluruh anggota.

“Kami mengajak kepada segenap gerakan koperasi terutama KPRI agar dalam pengelolaan koperasinya didasari dengan semangat kemandirian, solidaritas dan partisipasi anggota. Kami yakin, apabila hal tersebut dilakukan secara maksimal dan konsisten, maka KPRI akan tetap eksis dan mampu bersaing dengan yang lainnya”, ujar H. Aloewi.

Ada pemandangan yang sangat istimewa pada momen tersebut yaitu hadirnya pengawas gerakan koperasi se Asia Pasifik, Dra. Eva Kusuma Sundari, MA.,MDE. Pada kesempatan tersebut, Eva Kusuma Sundari menyampaikan tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam membangun koperasi.

“Sejatinya, ruh koperasi itu adalah Pancasila. Oleh karena itu, dalam membangun koperasi pun juga wajib hukumnya berdasarkan pada nilai-nilai luhur pancasila”, ujarnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, koperasi bukan hanya sekedar badan usaha yang bergerak di bidang ekonomi saja, tetapi yang lebih penting lagi bahwa koperasi adalah pengemban amanat pancasila dan konstitusi pasal 33 UUD 1945.

Kedepan koperasi harus semakin eksis dalam pembangunan kesejahteraan rakyat. Selain itu tidak boleh dilupakan dalam mengembangkan koperasi adalah pendidikan perkoperasian. Pendidikan perkoperasian harus dikembangkan dan menjadi tanggung jawab bersama baik itu lembaga pendidikan, gerakan koperasi maupun seluruh komponen bangsa.

“Agar koperasi bisa eksis dan bersaing dengan lembaga ekonomi yang lain, maka harus diupgrade SDMnya. Caranya adalah dengan mengintensifkan pendidikan perkoperasian baik bagi anggota, manajer, pengurus maupun pengawas”, tutur Eva Kusuma Sundari yang juga merupakan anggota DPR RI ini.

Diakhir kegiatan tersebut, Eva Kusuma Sundari sempat dicecar pertanyaan oleh peserta dan pengurus PKPRI. Terutama tentang komitmennya untuk mengawal usulan tentang perubahan permenkop No 12 dan 13 Tahun 2015. “Saya tetap akan memperjuangkan dan akan mengawal secara langsung usulan tersebut kepada Menteri Koperasi dan UKM. Semoga atas do’anya dari pengurus PKPRI ini apa yang kita upayakan dapat berhasil”, pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Rakorwil PKPRI tersebuy memutuskan tiga hal utama yaitu (a). Mendukung permohonan banding ke pengadilan pajak yang dilakukan PKPRI kab/Kota Kediri sekaligus sebagai sikap bersama Jajaran PKPRI se ex wilker pembantu gubernur Jatim Kediri. (b). Mengusulkan agar dalam Rencana Kerja dan Anggaran tahun 2019, GKPRI Jatim dapat berperan sebagai wadah pemersatu potensi Gerakan Koperasi Pegawai RI se Jatim yang mencerminkan perwujudan kebersamaan usaha Koperasi Pegawai RI Jawa Timur. (c). Menyampaikan amanah kepada DR. Eva Kusuma Sundari, MA.,MDE untuk memperjuangkan aspirasi jajaran KPRI kepada Pihak yang berkompeten. [Elc]

Berita Lainnya