Melalui GEMASKOP, Dekopinda Tuban Ajak Koperasi Pahami Prinsip Koperasi

(Drs. HM. Djalali Madjid Bersama Camat Senori dan Dinas Koperindag Tuban Saat Pelaksanaan Gemaskop)

 

Tuban, PipNewsJatim.Com – Program pemasyarakatan kesadaran berkoperasi dikalangan masyarakat pedesaan tidak henti-hentinya digalakkan di Kabupaten Tuban. Terbukti, Dekopinda Kabupaten Tuban bersama Dinas Koperindag Pemkab Tuban menggelar GEMASKOP (Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi) di Pendopo Kecamatan Senori, Senin (15/7/ 2019).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk pembinaan Dekopinda dan Dinas Koperindag Tuban dalam meningkatkan SDM dan Kelembagaan Koperasi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Dekopinda Tuban, Drs. HM. Djalali Madjid mengatakan bahwa kesadaran berkoperasi harus disertai dengan upaya membangun hati.

“Banyak lembaga koperasi didirikan, tapi tdk disertai kesungguhan hati didalam nya maka koperasi tidak akan berkembang. Bahkan, yang sering terjadi, hanya tinggal nama saja. Misalnya KUD dan lain-lain. Kami tidak ingin kejadian itu terus terjadi”, kata Djalali Madjid.

Tidak hanya itu, Djalali Madjid menjelaskan bahwa salah satu penyebab koperasi saat ini cendrung berjalan ditempat disebabkan karena motivasi SDM dalam mengelola koperasi masih sangat rendah. Akibatnya, geliat koperasi kurang greget dan kesadaran anggota akan pentingnya jati diri koperasi tidak difahami secara komprehensif. Sehingga, kemandirian yang menjadi salah satu prinsip koperasi tidak berjalan dan berdampak pada selalu ingin mendapat bantuan terus menerus.

“Motivasi SDM koperasi saat ini masih tergolong sangat rendah. Hal tersebut disebabkan karena mereka terkadang abai terhadap prinsip koperasi itu sendiri. Akibatnya, koperasi tidak mandiri dan selalu tergantung dengan bantuan”, jelasnya.

Djalali Madjid berharap kegiatan Gemaskop tersebut dapat merubah paradigma motivasi masyarakat yang terindikasi bahwa hanya 30 persen masyarakat saja yang menjadi pelopor dan penggerak koperasi, sedangkan 70 persen lainnya hanya simapatisan saja.

“Alangkah indahnya kalau paradigma itu dibalik dengan 70 persen menjadi pelopor dan penggerak koperasi yang aktif. Sementara sisanya, 30 persen adalah simapatisan. Sehingga sesuai harapan bahwa koperasi benar-benar menjadi Soko guru ekonomi rakyat khususnya di pedesaan”, pungkas Djalali Madjid.

(Peserta Gemaskop dari Kelompok Wanita Tani)

 

Kegiatan Gemaskop kali ini diikuti sedikitnya 50 orang pengurus Kelompok Wanita Tani yang merupakan embrio berdirinya koperasi dikalangan wanita tani pedesaan.

Oleh karena itu, Dinas Koperindag Tuban yang diwakili oleh DAV. Nugraha SE, berharap kegiatan Gemaskop tersebut dapat meningkatkan nilai-nilai produktif yang dihasilkan Koperasi Wanita Tani berupa home industri.

“Kami berharap kelompok wanita tani tersebut dapat segera bermetaformosis menjadi koperasi wanita tani. Nah, setelah mereka jadi koperasi, nanti akan kami fasilitasi berupa peningkatan teknologi, permodalan dan pemasaran produknya”, ujarnya.

(Peserta Gemaskop)

Hal senada juga disampaikan Camat Senori, Drs. Sudarto, MM, pihaknya berharap Dinas Koperindag dan Dekopinda dapat membantu Kelompok wanita tani agar segera menjadi koperasi.

“Intinya, mohon dibantu pendirian koperasi kelompok wanita tani ini dan fasilitasi modal usahanya”, jelas Sudarto. [Elc]

 

Berita Lainnya