Kopma Universitas Brawijaya Reborn, Bangkitnya Kewirausahaan Pemuda

(Pimpinan Dekopinwil Jatim bersama Wkil Ketua MPRI RI Fadel Muhammad dan Deputi Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM)

 

Malang, PipNewsJatim.Com – Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019, Kopma Universitas Brawijawa (UB) secara resmi dinyatakan kembali eksis. Setelah hampir 9 tahun sempat vakum, Kopma UB menggelar Rapat Anggota dan Sarasehan Nasional.

Tidak tangung-tanggung, pada sarasehan tersebut, Kopma UB mengahadirkan Wakil Ketua MPR RI Prof. DR. Fadel Muhammad Al-Haddad dan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully sehingga menjadi magnet yang mampu menarik peserta.

Perlu diketahui bahwa pada masanya, Kopma UB merupakan salah satu kiblat dan rujukan bagi perkembangan Kopma di Nusantara. Namun, pada tahun 2010, mercusuar yang bernama Kopma UB mendadak hilang dari peredaran. Banyak pihak yang menyayangkan kejadian tersebut.

Oleh karena itu, para alumni yang notabene merupakan mantan pengurus dan anggota Kopma UB yang didukung oleh Dekopin, Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian Riset dan Dikti mendorong agar Kopma UB kembali eksis.

(Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad saat memberikan pemaparan pada Sarasehan Kopma Universitas Brawijaya)

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Prof. DR. Ir. Fadel Muhammad mengatakan bahwa Kopma merupakan media pembelajaran yang berfungsi untuk mencetak pengusaha yang kreatif dan inovatif.

“Kopma adalah satu-satunya media di Perguruan Tinggi yang mampu mencetak pengusaha yang handal, kreatif dan inovatif. Saya pun juga dibesarkan oleh Kopma”, ujar mantan ketua Kopma ITB ini.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menjelaskan bahwa keunggulan kaderisasi Kopma dibekali dengan strategi pemasaran yang kuat sehingga hasil produknya bisa diterima oleh konsumen dengan mudah. Selain itu, Proses kaderisasi di Kopma berdampak pada tumbuhnya kematangan berwirausaha sehingga mampu menjadi pengusaha yang kuat dan tangguh.

Diakhir pemaparannya, Fadel Muhammad membagikan kiat suksesnya kepada segenap peserta. Menurutnya, untuk menjadi pengusaha harus memiliki beberapa hal, diantaranya, Pertama, secara personal harus memiliki semangat kewirausahan. Semangat berwirausaha adalah pondasi utama untuk menjadi pengusaha.

Kedua, jangan menunda-nunda kesempatan karena kesempatan dan peluang tidak datang berkali-kali. Ketiga, kerja cerdas artinya bahwa keputusan dan tindakan yang diambil harus direncanakan dengan sebaik-baiknya. Tindakan yang diambil harus seefisien mungkin tetapi hasilnya harus tepat, akurat dan maksimal.

“Sebagai pengusaha harus mampu membaca peluang dan jangan pernah menunda kesempatan. Harus cepat dan tepat. Rencanakan langkah-langkah strategis. Kalau perlu efisienkan tindakan akan bisa menghemat energi. Yang penting, kita paham kapan waktu yang tepat untuk bertindak. Itulah kerja cerdas”, pungkas Ketua Induk Koperasi Karyawan ini.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto yang hadir menggantikan Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM mengatakan bahwa kewirausahaan itu merupakan profesi yang baru sehingga sepi peminatnya tetapi hasilnya sangat besar jika dibandingkan dengan profesi yang lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan apresiasi bagi mahasiswa yang menjadi anggota Kopma UB karena telah menjadi bagian yang kecil tetapi dengan hasil yang luar biasa besar.

“Menjadi pengusaha itu peminatnya sangat minim. Padahal pengusaha itu pasti kaya raya. Saya menyampaikan selamat bagi adik-adik mahasiswa karena telah menjadi bagian dari pengusaha, ujar rulli Nuryanto.

(Tri Harsono Bersama Fadel Muhammad) 

Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jatim, Drs. Ec. Tri Harsono yang juga turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa Kopma UB Reborn itu adalah pertanda kebangkitan kewirausahaan pemuda.

Menurutnya, Kopma UB kedepan akan kembali mendapatkan kejayaannya. Tidak hanya itu, Kopma UB akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi Kopma lain yang selama ini vakum sehingga diharapkan geliat kewirausahaan akan semakin tumbuh dan berkembang

Tri Hasono mengharap, kedepan jangan sampai ada lagi Kopma yang mengalami seperti apa yang dialami oleh Kopma UB. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pihak rektorat seluruh PTN/PTS di Jatim harus melindungi dan menjadikan Kopma sebagai Inkubator Bisnis bagi Mahasiswa.

“Dekopinwil Jatim sudah melakukan MoU dengan PTN/PTS di Jatim tentang Kewirausahaan Berbasis Koperasi. Salah satu Poinnya adalah menjadikan Kopma sebagai Inkubator Bisnis bagi mahasiswa. Lahirnya Kopma UB menjadi pertanda bahwa kedepan geliat kewirausahaan akan semakin meningkat. Kami ucapkan selamat buat Kopma UB”, kata Tri Harsono. [Elc]

 

 

Berita Lainnya