Kekhasan Laporan Keuangan Koperasi

(Ilustrasi : Pembuatan Laporan Keuangan Koperasi)

Artikel, PipNewsJatim.Com – Laporan keuangan sebagaimana diatur dalam standard akuntansi yang berlaku bagi sebuah badan usaha secara normatif merupakan standard umum yang berlaku pada semua laporan badan usaha apakah itu badan usaha yang dimiliki kalangan swasta, badan usaha milik pemerintah dan koperasi.

Laporan keuangan itu harus menampilkan kondisi modal, kewajiban dan aset disatu sisi dan perkembangan usaha dilain sisi. pada saat laporan dibuat.

Secara umum pula laporan itu juga menampilkan hubungan antara pemilik badan usaha dan pelanggannya dalam arti luas.

Tapi ketika standard laporan yang bersifat umum diatas diberlakukan sebagai pedoman pembuatan laporan keuangan koperasi tentu harus disesuaikan dengan nilai dan prinsip koperasi sebagai wadah usaha bersama yang berazaskan kekeluargaan.

Penerapan standard laporan keuangan sebagai pedoman laporan harus tetap memberikan ruang bagi penghayatan dan pengamalan prinsip dan nilai koperasi dalam praktek usaha yang dilakukan oleh koperasi ketika melayani kepentingan anggota sebagai pemiliknya

Koperasi sebagai kumpulan orang yang melakukan usaha bersama untuk memenuhi kebutuhan bersama para pendiri maupun para anggota yang bergabung kemudian, adalah wadah gerakan saling menolong diantara para anggota koperasi yang berhimpun.

Bagi anggota koperasi secara pribadi menjadi atau bergabung dalam wadah koperasi tentulah berlaku prinsip untuk menolong diri sendiri secara bersama sama. berdasarkan pemikiran diatas maka sejak awal pendiriannya usaha bersama yang dilakukan koperasi tentu tidak diarahkan untuk mencari keuntungan oleh seseorang anggota dari sesama anggota yang lain..

Secara ekonomis usaha bersama yang dilakukan para anggota koperasi akan menghasilkan efisiensi yang menguntungkan ketika anggota koperasi akan memenuhi kepentingan atau kebutuhannya. (Ilustrasi : membeli kebutuhan secara bersama sama akan lebih efisien dari pada membeli secara perorangan).

Sebagai kumpulan orang yang mendirikan koperasi dan sekaligus menjadi pemiliknya: dan yang menggunakan koperasi sebagai wadah dan alat untuk memenuhi kebutuhan bersama maka koperasi dan anggota tidak dapat diposisikan sebagai dua entitas yang saling bertransaksi untuk saling mencari keuntungan.

Anggota koperasi pengguna koperasinya tidaklah dapat disamakan dengan pelanggan koperasi secara hakiki.

Transaksi yang terjadi di koperasi adalah transaksi antar anggota sebagai perwujudan dari gerakan saling menolong..

Dalam perkembangannya gerakan saling menolong antar anggota koperasi, juga akan menjadi gerakan yang dapat menyatukan potensi seluruh anggota untuk membangun usaha bisnis bersama melayani kebutuhan masyarakat sebagaimana dilakukan oleh badan usaha lain sebagai kumpulan modal.

Sebagai wadah berhimpun koperasi akan mampu menyatukan kumpulan orang membangun usaha bisnis bersama (membangun usaha swalayan modern, hotel dan sebagainya).

Kegiatan usaha bersama baik dalam wujud transaksi antar anggota sebagai gerakan saling menolong maupun transaksi bisnis antara koperasi dengan masyarakat yang membutuhkan pelayanannya, tentulah tak dapat dihindarkan dari kegiatan untuk mencatat, mengukur dan memberikan pengakuan terhadap status atau posisi arus kas keluar masuk dalam pembukuan koperasi.

Pengelolaan Arus kas keluar dan masuk adalah konsekuensi logis karena koperasi menerima uang baik dari anggotanya maupun dari masyarakat untuk permodalan, pendanaan/pembiayaan dan sumber pembiayaan bagi kelangsungan usaha yang harus dipertanggungjawabkan.

Disinilah koperasi sebagai kumpulan orang yang melakukan usaha bersama mempunyai kewajiban membuat laporan keuangan.

Kembali kepada laporan keuangan yang harus dibuat koperasi yang tidak dapat bebas dari prinsip dan nilai koperasi, maka laporan keuangan harus memiliki kekhasan koperasi yang tidak dapat disamakan dengan badan usaha diluar koperasi.

Kerangka laporan keuangan koperasi harus dibedakan menjadi dua komponen yaitu komponen yang melaporkan pencatatan, pengukuran dan pengakuan posisi arus kas keluar masuk dari transaksi antar anggota dan komponen yang melaporkan arus kas keluar masuk dari transaksi bisnis koperasi dengan masyarakat atau pihak diluar koperasi.

Itulah tantangan yang harus dijawab oleh seluruh pemilik koperasi.

Oleh : R. Nugroho Pengurus PKPRI Kabupaten/Kota Kediri.

Berita Lainnya