Kasus Penyerobotan Lahan 20 Ha Milik Puskopkar Jatim, Siap Disidangkan

(Lahan Milik Puskopkar Jatim)

 

Sidoarjo, PipNewsJatim.com – Perkara dugaan penyerobotan dan pemalsuan surat lahan milik Puskopkar Jatim seluas 20 hektar yang diduga dilakukan oleh tersangka Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani anak dari (H.Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, sudah diyatakan siap disidangkan atau sudah P21 oleh Kasubdit IV Dirpidum Bareskrim Mabes Polri.

Kasus ini juga menyeret sejumlah nama-nama Notaris di Sidoarjo yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka

Mabes Polri telah menerima Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan (SPHP) dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia dengan nomor : B-3744/E.3/Eku.1/8/2019 dan nomor : B-3745/E.3/Eku.1/8/2019 yang diterima pihak Direktur Tipidum Mabes Polri tertanggal 15 Agustus 2019.

Berikut nama-nama Notaris di Sidoarjo yang bersetatus tersangka dalam perkara dugaan Pemalsuan akta-akta otentik sebagaimana pasal 264 KUHP dan atau pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP yakni, Umi Chalsum, Notaris Yuli Ekawati, dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari.

Ketua Umum Puskopkar Jatim, Tri Harsono selaku pelapor menyatakan, apresiasinya pada Bareskrim Polri. “Ini menunjukan bahwa Polisi telah bekerja profesional,” ucap, Tri Harsono, Senin (26/8/2019).

Tri Harsono mengungkapkan, bahwa selama ini masyarakat beranggapan bahwa ada pihak yang kebal hukum, namun kenyataannya tidaklah demikian.
Dia berharap, semoga proses ini segera berakhir dan aset anggota koperasi Puskopkar Jatim yang berjumlah 20 hektar ini bisa segera dikembalikan.

Sebelumnya, modus dalam kasus ini, tanah yang semula atas nama badan, dialihkan atau dijual yang mengarah pada perorangan. Namun, dalam penyidikannya, Bareskrim Mabes Polri mengungkap bahwa tanah seluas 20 hektar itu adalah milik Puskopkar Jatim. Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar Jatim yang menjabat sebagai Ketua Divisi Perumahan.

Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu diduga dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari almarhum Iskandar. Seiring waktu, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan dugaan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp. 3,5 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan diduga membangun pergudangan yang diperjualbelikan di atas area seluas 20 hektar tersebut. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim.

Berita Lainnya