Ini Pesan Ketua Dekopin Jatim Pada RAT SBW Jatim

Drs. Ec. Tri Harsono saat memberikan sambutan pada RAT SBW Jatim di Graha Sativa Bulog Surabaya

 

Surabaya, PIPNewsJatim.Com – Profesionalisme koperasi kini tidak hanya sebatas tuntutan saja, tetapi menjadi sebuah kewajiban. Hal tersebut tidak terlepas dari semakin meningkatnya tensi kompetisi disemua lembaga ekonomi baik itu BUMN, BUMS maupun Koperasi itu sendiri. Bahkan lebih dari itu, harus bersaing dengan perusahaan trans-nasional yang notabene sudah dibackup dengan modal extra large dan melimpah.

Namun fenomena tersebut bukan berarti koperasi harus berkecil hati. Karena sebenarnya koperasi mampu bersaing bahkan bisa menjadi lebih besar dari lembaga ekonomi yang lain. Hal tersebut tentunya tidak mungkin direalisasikan dengan mantra “Abra Kadabra”. Tetapi butuh waktu dan usaha yang yang ekstra, konsisten dan yang lebih penting adalah kembali pada jati diri koperasi.

Hal diatas menjadi pikiran utama Ketua Dekopinwil Jatim, Drs. Ec. Tri Harsono saat memberikan sambutan pada RAT SBW Jatim di Graha Sativa Bulog Surabaya, Kamis (22/2/2018). “Koperasi itu bisa dan mampu untuk bersaing dengan lembaga ekonomi yang lain. Salah satu caranya adalah kita harus profesional dan kembali pada jati diri koperasi”, ujar Tri Harsono yang juga menjabat sebagai ketua Puskopkar Jatim.

Selanjutnya, Tri Harsono menambahkan bahwa substansi atau ruh dari profesinalisme itu bukan hanya persoalan disiplin dan pelayanan tetapi juga terletak pada partisipasi anggota dan meningkatnya jiwa kewirausahaan anggota. Pihaknya menyakini ketika anggota semakin produktif maka koperasi akan semakin solid, kuat dan maju.

“Anggota itu harus memiliki jiwa kewurausahaan. Karena itu merupakan kunci maju tidaknya koperasi. Oleh karena itu, nanti akan kami siapkan beberapa pelatihan kewurausahaan bagi anggota koperasi”, tukas Tri Harsono.

Tidak hanya persoalan anggota saja, pengurus dan pengawas tidak lepas dari sorotan Tri Harsono. Menurutnya profesionalisme itu juga harus diterapkan pada pengurus dan pengawas. Oleh karena itu, Tri Harsono menghimbau agar pengurus dan pengawas memiliki sertifikasi Kompetensi.

“Pengurus dan pengawas itu adalah nahkoda koperasi. Oleh karena itu, mereka harus lebih paham tentang koperasi daripada anggotanya. Salah satu tolak ukurnya yaitu dengan adanya sertifikat kompetensi yang dimilikinya”, ungkap Tri Harsono.

Berpijak Pada Marwah Dekopin

Sebagai lembaga aspirasi gerakan koperasi, Dekopin memiliki fungsi dan peran dalam mengembangkan dan memajukan koperasi. Untuk merealisasikannya adalah dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Dekopin yaitu advokasi, fasilitasi dan edukasi. Oleh karena itu, sebagai Ketua Dekopinwil Jatim, Tri Harsono bertekad untuk merealisasikan peran dan fungsi Dekopin.

“Tahun 2018 ini adalah momentum bagi kita untuk bangkit dan berbenah. Satu-satunya cara adalah dengan mewujudkan fungsi dan peran Dekopin yaitu advokasi, fasilitasi dan edukasi. Pertama, dekopinwil jatim akan mengintensifkan advokasi bagi koperasi. Kedua, akan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kepentingan koperasi. Ketiga, untuk meningkatkan SDM maka akan kami siapkan pelatihan baik bagi anggota, pengurus maupun pengawas”, pungkas Tri Harsono.[Elc]

Berita Lainnya