Ingin Menjawab Tantangan Zaman NOW, Begini Strategi PKPRI Kota Malang

PKPRI Kota Malang adakan, Diklat Perpajakan, Diklat Penyusunan Keuangan dan Diklat Manajemen Resiko.

 

Malang, PIPNewsJatim.Com – Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kota Malang menggelar Diklat Perpajakan, Diklat Penyusunan Keuangan dan Diklat Manajemen Resiko sebagai rangkaian dari kegiatan Rapat Anggota Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Tahun Buku 2018 yang dilaksanakan di Hotel de Kopen Malang, Sabtu (16-17/12/2017).

Dalam Sambutannya, Ketua PKPRI Kota Malang, DR. Herman Suryokumoro menyampaikan bahwa beberapa diklat tersebut dilakukan agar PKPRI Kota Malang semakin profesional.

“Kita harus meningkatkan SDM agar siap dengan berbagai tantangan yang ada. Sengaja kami mengadakan Diklat tersebut agar anggota dan pengurus PKPRI paham tentang pajak, mampu membuat laporan keuangan sesuai dengan standart,” ujar Herman dengan lugas.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini menambahkan, dengan mengikuti berbagai diklat itu, diharapkan anggota dan pengurus PKPRI mampu mengelola dan memanajemen berbagai resiko yang ada. Menurutnya, ke depan tantangan akan semakin banyak dan sulit. Karena itu kita harus siap dan lebih profesional.

Sedangkan mengenai target yang hendak dicapai di tahun 2018, menurut Herman ada tiga poin pokok. Pertama, menjawab tantangan masa depan yaitu munculnya kelas menengah baru yang ditandai dengan adanya sertifikasi guru, dosen serta meningkatnya jumlah pinjaman dengan masa pengembalian yang relatif lebih panjang. Kedua, semakin meningkatnya investasi yang terlahir dari anggota. Ketiga, kita akan meng-upgrade IT pada pelanan toko dan melakukan belanja bersama.

“Kalau misalnya anggota mampu menjadi Center Distribusi maka kita akan belanja pada anggota dan sebaliknya” tambah Herman.

Sekedar diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh 70 orang yang tergabung dalam 40 koperasi dan ditambah dengan 7 calon anggota sebagai pemantau. Hadir pada kegiatan tersebut beberapa narasumber, antara lain Bapak Bayu dan Joko dari Kantor Pajak Kota Malang, DR. Agung Haryono, Bendahara PKPRI dan Komarudin dari Fakultas Ekonomi Brawijaya. [Elc]

Berita Lainnya