Hadiri Rakerda Dekopinda Kota Blitar, Walikota Blitar Siap Support Gerakan Koperasi

(Walikota Blitar Saat Menghadiri Rakerda Dekopinda Kota Blitar)

 

Blitar, PipNewsJatim.Com – Rakerda Dekopinda Kota Blitar menjadi spesial dan menarik karena dihadiri langsung oleh orang nomor satu di kota Blitar yaitu Walikota Blitar.

Hadirnya Walikota Blitar pada pelaksanaan Rakerda tersebut menjadi simbol keberpihakan Pemerintah Kota Blitar terhadap gerakan koperasi. Fenomena tersebut setidaknya menjawab keraguan publik terhadap Bupati dan Walikota di Jawa Timur yang kurang berpihak terhadap gerakan koperasi.

Sementara itu, Walikota Blitar, Drs. Santoso, M.Pd mengaku bahwa kehadirannya di Rakerda Dekopinda Blitar karena kecintaannya terhadap Koperasi. Bahkan pihaknya berkomitmen akan terus mendukung dan tetap melakukan pemberdayaan terhadap koperasi.

“Saya melihat semangat yang luar biasa Dekopinda Kota Blitar. Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk tidak hadir di forum ini. Apalagi ketua Dekopindanya adalah Pak Slamet Sutanto yang sudah lama saya pahami kiprah dan sepakterjangnnya dalam gerakan koperasi”, ungkap Santoso yang diiringi gemuruh tepuk tangan peserta yang hadir.

(Walikota Blitar Bersama Pimpinan Dekopinwil Jatim)

 

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Blitar, Slamet Sutanto mengaku bahwa kedatangan Walikota Blitar menjadi spirit untuk lebih baik dalam membangun gerakan koperasi.

“Hadirnya Bapak Walikota Blitar sangat spesial bagi kami. Kami semakin bersemakin bersemangat untuk membangun koperasi”, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Slamet Sutanto menyampaikan bahwa saat ini koperasi mendapatkan 3 tantangan sekaligus.

Pertama, Teknologi. Kurangnya kualitas SDM koperasi, diakui atau tidak menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi koperasi. Hal tersebut disebabkan karena koperasi banyak dihuni oleh pensiunan dan lanjut usia. Sehingga kurang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Oleh karena itu pihaknya, secara bertahap akan mengajak anak muda yang responsif terhadap koperasi dan peka terhadap perkembangan teknologi untuk bergabung di Dekopinda Kota Blitar. Menurutnya, kaum muda millenial saat ini menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas koperasi.

Selain itu, kaum muda millenial merupakan aset jangka panjang koperasi di masa mendatang.

“Kami akan mengajak kaum muda millenial untuk bergabung di Dekopinda Kota Blitar. Kita membutuhkan mereka. Semoga langkah kami ini bisa diadopsi oleh koperasi di Kota Blitar pada khususnya dan Jawa Timur pada umumnya”, ujar penasehat Dekopinwil Jatim ini.

Kedua, Persaingan dengan badan usaha yang lain. Posisi koperasi saat ini berada apa level bawah dalam persaingan usaha antara BUMN dan Swasta. Bisa jadi, posisinya berada satu tingkat diatas UKM.

Realitas ini menjadi ironi. Betapa tidak, koperasi yang diharapkan menjadi pilar ekonomi bangsa tak mampu menopang beban hidupnya sendiri. Perlu kebijakan dan tangan dingin pemerintah untuk membantu memperkuat eksistensi koperasi. Baik berupa regulasi maupun pemberdayaan koperasi.

Di pihak yang lain, BUMN seakan mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Baik berupa permodalan hingga pada regulasi dan kebijakan sehingga BUMN menjadi anak emas.

Sementara itu, sektor Swasta tak kalah lihai memainkan pengaruhnya terhadap pemerintah. Buktinya, banyak proyek pemerintah dipercayakan kepada pihak swasta, bukan koperasi. Sehingga Swasta kembali mendapatkan energi yang membuatnya semakin percaya diri dalam memasuki gelanggang persaingan yang nyatanya sudah tidak seimbang.

Ketiga, Regulasi. Ketidakpastian regulasi yang saat ini juga menjadi tantangan tersendiri. Sejak yudiacial review UU Perkoperasian No. 17 Tahun 2012, praktis koperasi dipaksa kembali menggunakan undang No. 25 Tahun 1992 sambil menunggu Undang-Undang baru yang hingga saat ini masih belum kunjung selesai.

Di tengah keraguan itu, gerakan koperasi hanya berharap pada kebijakan pemerintah daerah dalam bentuk perda yang secara nyata melindungi koperasi.

Dekopinwil Jatim Apresiasi Rakerda Dekopinda Kota Blitar
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Dekopinwil Jatim, Drs. Joko Rokhani Sanjaya menyampaikan bahwa Dekopinwil Jatim memberikan apresiasinya terhadap Dekopinda Kota Blitar karena selalu mengadakan Rakerda secara rutin, tepat waktu dan mandiri. Menurutnya, Dekopinda Kota Kediri merupakan salah satu Dekopinda yang tiap tahun selalu mengadakan Rakerda tepat waktu.

“Dekopinda Kota Blitar ini adalah satu Dekopinda yang selalu mengadakan Rakerda tepat waktu. Kami salut terhadap Dekopinda Kota Blitar”, ujarnya.

Joko Rokhani Sanjaya menyampaikan bahwa Rakerda merupakan amanah Anggaran Dasar Dekopin yang berdasarkan keppres No. 6 tahun 2011. Bahwa Dekopin wajib menyelenggarakan Rapat Kerja Dekopinda, Rapat Kerja Wilayah Dekopinwil dan Rakernas Dekopin sebagai media untuk melaporkan kinerja setahun sebelummya dan merencanakan kegiatan setahun kedepan secara rasional dan tealistis.

Joko Rokhani Sanjaya menambahkan bahwa Dekopin yang dibentuk sebagai wadah gerakan koperasi sesuai amanah UU Koperasi No. 25 tahun 1992 pasal 57 dan 58 berfungsi sebagai wadah perjuangan gerakan koperasi. Yaitu untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berkoperasi.

Implementasinya adalah untuk mewujudkan pasal 33 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 sekaligus mendorong semangat konstitusi terhadap peraturan perundangan dibawahnya.

“Peran dan fungsi Dekopin adalah suporting pemberdayaan anggota anggotanya dengan memfasilitasi bidang edukasi, advokasi dan fasilitasi. dengan demikian gerakan koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri sesuai amanah undang undang koperasi pasal 60 ayat 1 huruf (b) dapat terwujud srsuai harapan kita. Amin…”, pungkasnya. [Elc]

 

Berita Lainnya