Gerakan Koperasi Rakor Bersama Sinkronkan Program Pemberdayaan Koperasi

 

Probolinggo, PipNewsJatim.Com – Sedikitnya 50 pengurus gerakan koperasi di Kabupaten Probolinggo mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama sinkronisasi program pemberdayaan koperasi yang digelar oleh Dewan Koperasi Pimpinan Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo di aula Bale Hinggil Probolinggo, Jum’at (23/11/2018) siang.

Sebagai narasumber Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Setiadi Agus Prakoso didampingi Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya mengatakan rakor bersama gerakan koperasi se-Kabupaten Probolinggo ini fokusnya adalah membahas program pemberdayaan koperasi di Kabupaten Probolinggo, sehingga ada sinkronisasi dan program pemberdayaan koperasi di Kabupaten Probolinggo bisa mengikuti arah revolusi industri 4.0.

“Dalam revolusi industri 4.0 ini, bagaimana peran yang dilakukan oleh koperasi. Anggota koperasi harus mampu mengembangkan usahanya di era revolusi industri 4.0. Karena jika tidak berbuat apa-apa dan hanya diam, maka bersiap-siaplah untuk hanya menjadi penonton dan bukan pelakunya,” ungkapnya.

Menurut Joko, rakor bersama gerakan koperasi ini sangat penting dilakukan. Terlebih selama ini belum pernah dilakukan rakor bersama. Karena sangat strategis sekali keberadaan gerakan koperasi. “Nantinya ada sedikit gambaran dan arah dari sisi kelembahaan, permodalan hingga perberdayaan usahanya,” terangnya.

Menurut Joko, hingga saat ini koperasi yang sudah berbadan hukum di Kabupaten Probolinggo mencapai 800, tetapi dalam kenyataannya yang aktif dengan ukuran mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) hanya sekitar 50%.

“Salah satu kelemahannya adalah persoalan SDM (Sumber Daya Manusia). Karena persoalan utama koperasi itu bukan masalah modal tetapi pada SDM koperasi. Selain SDM, persoalan lain adalah masalah komitmen dan kepatuhan,” jelasnya.

Joko menerangkan koperasi harus berkomitmen bahwa modal koperasi berbasis pada kekuatan anggota, manajemen koperasi dapat dirasakan oleh anggota dan masyarakat, mengimplementasikan kontraktual anggota sebagai pemilik dan sebagai anggota serta mampu menggunakan IT dengan baik.

“Melalui kegiatan ini harapannya gerakan koperasi di Kabupaten Probolinggo mampu berjalan dengan baik sesuai amanah Undang-undang Nomor 22 Tahun 1992 Pasal 60 ayat 1 huruf b yang menyebutkan hendaknya koperasi mengembangkan dirinya menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Setiadi Agus Prakoso menyambut baik kegiatan yang digagas oleh Dekopinda Kabupaten Probolinggo untuk bersama-sama mensinkronkan program pemberdayaan koperasi. Hal ini penting dalam dalam rangka membangun dan meningkatkan kualitas komunikasi antara pengelola koperasi dengan pembina serta mitra pembinaan (Dekopinda).

“Dengan semakin seringnya terjadi interaksi dua arah komunikasi secara terbuka akan memberikan masukan saran yang positif. Untuk di tahun mendatang diharapkan pola pembinaan mendekati yang mereka butuhkan dalam pengelolaan koperasi dan memiliki tata kelola usaha yang lebih profesional sesuai harapan Pemerintah Kabupaten Probolinggo memberikan kehidupan bagi anggota dan masyarakat pada umumnya,” harapnya. [BR/Wan]

Berita Lainnya