Gerakan Koperasi Kediri Gelar Musyawarah Kulak Bareng

 

Kediri, PIPNewsJatim.Com – Sebanyak 24 Pengurus Koperasi yang mewakili Koperasi Pegawai Republik Indonesia, Koperasi Unit Desa, Koperasi Karyawan, Koperasi Wanita, Koperasi Fungsional dan sejumlah pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten dan Kota Kediri menggelar musyawarah bersama untuk memantapkan gerakan belanja/kulakan bareng dalam rangka memenuhi kebutuhan keseharian anggotanya maupun dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat di Aula Koperasi Karyawan Mekar PT Gudang Garam Tbk, Jumat ( 23/2/2018)

Ketua Dekopinda Kota Kediri, Drs. R. Nugroho selaku koordinator gerakan belaja/kulakan bareng menyampaikan bahwa Musyawarah gerakan koperasi se kabupaten/kota Kediri yang dilaksanakan tersebut pada hakekatnya adalah puncak kesepakatan dari pertemuan antar koperasi baik itu di lingkungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia, Koperasi Unit Desa, Koperasi Wanita, Koperasi Karyawan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Sebelumnya kami sudah melakukan koordinasi dengan seluruh gerakan koperasi di Kediri, tetapi sifatnya penyamaan visi. Tetapi kalau Musyawarah kali ini lebih teknis lagi yaitu bagaiman komitmen ini bisa segera direalisasikan”, ungkap Nugroho yang juga menjabat sebagai salah satu pimpinan di Dekopinwil Jatim.

Nugroho juga menyampaikan bahwa gerakan kulakan/belanja bareng ini merupakan wujud perjuangan bersama seluruh gerakan koperasi untuk membangun kekuatan ekonomi yang efektif dan kuat. Dengan gerakan ini, dapat ditunjukkan bahwa Koperasi mampu berdiri sejajar dengan para pelaku ekonomi yang lain diluar koperasi.

“Kita harus yakin bahwa dengan berkoperasi kita bisa sejajar dengan yang lain. Salah satu jalan untuk merealisasikannya adalah dengan melakukan belanja bareng. Ingat bahwa, karakter bangsa kita itu adalah gotong royong sebagai manifestasi dari persatuan. Nah, kalau kita bersatu melalui gerakan belanja/kulakan bareng ini, bukan mustahil kita bisa sejajar dengan yang lain atau bisa jadi lebih besar dari yang lainnya”, ujar Nugroho.

Perlu Keterlibatan Pemerintah

Tidak hanya itu, Nugroho menilai bahwa suksesnya gerakan tersebut perlu ada keterlibatan pemerintah baik itu melalui Dinas Koperasi maupun Instansi yang berkompeten. Menurutnya, pemerintah harus memberikan dukungan terutama dukungan regulasi perlindungan hukum, dan fasilitasi terhadap gerakan belanja/kulak bareng yang dibangun bersama oleh gerakan koperasi.

“Dalam rangka membangun ekonomi kerakyatan, pemerintah tentunya tidak dapat tinggal diam melihat semangat dan perjuangan Gerakan Koperasi melalui gerakan belanja/kulak bareng ini dalam rangka mewujudkan kemandirian untuk mencukupi kebutuhan anggota koperasinya. Sebagai wujud keberpihakan Pemerintah terhadap pembangunan dan pemberdayaan koperasi, maka sudah seharusnya didukung dengan regulasi dan perlindungan hukum. Kalau itu dilakukan oleh pemerintah, saya yakin koperasi akan semakin kuat dan maju seperti cita-cita para founding fathers, Pungkas Nugroho.

Hasil Musyawarah

Perlu diketahui bahwa hasil dari Musyawarah tersebut adalah Pertama, membentuk Organisasi Gerakan belanja/Kulak bareng kebutuhan keseharian anggota Koperasi yang diketuai oleh Koperasi Karyawan Mekar PT. Gudang Garam Tbk dan beranggotakan seluruh perwakilan dari koperasi yang ada di kabupaten/Kota Kediri Kedua, pembiayaan dari Gerakan belanja/Kulak bareng kebutuhan keseharian anggota Koperasi akan ditanggung bersama oleh seluruh gerakan koperasi yang bergabung. [Elc]

Berita Lainnya