Genjot Ekonomi, Kepala Bappenas Nilai Indonesia Perlu Mencontoh India

 

Jakarta, PIPNewsJatim.Com – Dalam tiga tahun belakangan, India berhasil menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia, menyalip Tiongkok.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro berpendapat, untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, Indonesia bisa mencontoh India. Saat ini, India merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi paling kencang di dunia dan merupakan salah satu kontributor terbesar perekonomian global.

Bambang menjelaskan, keberhasilan India memacu ekonomi lantaran negara tersebut lebih terbuka terhadap peran swasta. “India yang tadinya negara yang agak tertutup, bahkan cenderung sosialis di masa lalu, sekarang berubah menjadi negara yang lebih terbuka tidak hanya masalah perdagangan dan investasi tapi juga terbuka terhadap peran swasta dalam pengelolaan ekonomi negara,” kata dia di Universitas Indonesia Salemba, Jumat (26/1).

Menurut dia, peningkatan peran swasta seperti yang dilakukan India bisa diterapkan di Indonesia, misalnya dalam pembangunan infrastruktur. “Artinya kita harus mendorong ke arah investasi,” ucapnya. Namun, ia menekankan, di tengah upaya meningkatkan investasi, termasuk dari asing, Indonesia harus memperkuat kemampuan perusahaan-perusahaan domestik agar berkembang.

Di luar itu, menurut Bambang Indonesia juga perlu berkomitmen untuk mentransformasi ekonomi, dari yang berorientasi pada Sumber Daya Alam (SDA) menjadi berorientasi pada produk yang bernilai tambah. “Setiap kali kita menikmati kenaikan harga komoditas, fokus yang tadinya harusnya ke arah nilai tambah pengolahan tadi sempat ketarik kembali ke SDA. itu yang benar benar harus kita jaga,” kata dia.

Tahun ini, pemerintah menargetkan ekonomi bisa melaju di level 5,4%, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang diperkirakan sekitar 5,1%. Di sisi lain, mengacu pada prediksi International Monetary Fund (IMF), ekonomi India berpeluang mengalami akselerasi dari tahun lalu yang diestimasi 6,7% menjadi 7,4% tahun ini.[KD]

Berita Lainnya