Dekopinwil Jatim Melatih Calon Instruktur Koperasi

Moh. Faishol Chusni Saat Memberikan Training

Malang-PIPNewsjatim.Cim – Bertempat di UPT DIKLAT KOPERASI dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jatim menggelar pelatihan dan pendidikan (Diklat) fasilitator koperasi. Diklat yang akan berlangsung selama empat hari ini (14-18/Nopember 2017) diikuti sekitar 60 pegiat koperasi dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Para pegiat koperasi ini berasal dari berbagai profesi: dosen, guru, pembina kopsis dan pengurus koperasi. Ada dua kelas dalam diklat ini, kelas Instruktur dan kelas konsultan. Diklat ini diharapkan mampu meningkatkan dan kompetensi para fasilitator koperasi. 

“Baru kali ini saya mengikuti diklat instruktur koperasi ini. Semoga saya bisa mendapatkan ilmu baru perkoperasian,” Rika, dosen asal Universitas Madura (Unira) Pamekasan menuturkan pengalamannya. 

Menurutnya, diklat ini akan sangat membantu dirinya. Meski selama ini dirinya sudah pernah melakukan audit terhadap koperasi, Rika belum punya sertifikat. Karena itu, dirinya berharap mampu menyelesaikan uji kompetensi instruktur.

Sementara trainer kelas Instruktur, Moh. Faishol Chusni dalam materinya “Memastikan Lingkungan Belajar yang Sehat dan Aman” mengungkapkan beberapa perubahan skema sertifikasi. Menurutnya, skema sertifikasi yang terbaru lebih ringkas. 

“Kita harus mampu memberikan bukti-bukti dalam kompetensi ini. Jika sudah menunjukkan bukti-bukti, kita sudah bisa dikategorikan instruktur yang kompeten,” ujar Chusni, Rabu (15/8) di kelas intruktur.

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menguraikan pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai bagian dari pelatihan yang di tempatkan di urutan pertama elemen kompetensi untuk pelatihan ini yaitu memastikan lingkungan belajar yang sehat dan aman dari tujuh kompetensi yang akan di berikan, Selama ini, urainya, dirinya sering menemukan alat pemadam kebakaran hanya dipajang sebagai hiasan gedung, ujar Chusni.

“Dengan K3 kita ingin memastikan, dunia kerja, dunia organisasi tidak memaksa kita jadi robot,” tambahnya (Set-One)

Berita Lainnya