Dekopinwil Jatim Dorong Terciptanya Konglomerasi Koperasi

(Ketut Sukena Pada Saat Memberikan Sambutan dan Membuka Acara)

 

Batu, PipNewsJatim.Com – Bendahara Dekopinwil Jatim, Drs. Ketut Sukena menyampaikan bahwa Jatidiri koperasi yaitu kerjasama dan gotong royong saat ini hanya menjadi selogan belaka. Pasalnya, hingga koperasi berusia 72 tahun, prinsip kerjasama dan gotong royong di dalam koperasi masih sangat minim diterapkan. Padahal, jika hal tersebut diterapkan, pihaknya yakin koperasi akan menjadi besar dan kuat.

“Di Internal koperasi, anggota hanya melakukan kewajibannya saja. Misalnya melakukan simpanan pokok, wajib dan sukarela. Setelah itu, mereka hanya menunggu hasilnya dalam bentuk SHU. Tetapi mereka tidak mau bekerjasama untuk ikut mengawasi. Padahal koperasi itu adalah milik mereka sendiri”, ungkap Ketut Sukena saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pusat dan Gabungan Koperasi Dalam Rangka Penguatan Permodalan Koperasi di Hotel Selecta Kota Batu, Sabtu (21/09/2019)

Lebih lanjut, Ketut Sukena menyoroti sulitnya realisasi kerjasama antar koperasi. Menurutnya, prinsip kerjasama dan gotong royong dalam koperasi, seharunya menjadi spirit untuk bersama-sama membangun koperasi.

Ketut Sukena menilai salah satu faktor kenapa koperasi cendrung berjalan ditempat adalah mereka tidak menerapkan prinsip tersebut. “Ya harus diaplikasikan semua prinsip-prinsip koperasi. Jangan sepenggal-sepenggal”, katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ketut Sukena berharap agar gerakan koperasi harus segera menerapkan prinsip kerjasama. Terutama dari segi permodalan agar koperasi tidak selalu bergantung dengan perbankan.

“Kita perlu bekerjasama membentuk konglomerasi. Yang akhirnya menjadi bank tersendiri. Jangan sampai koperasi, dari segi permodalannya, bergantung pada bank. Padahal dengan bekerjasama antar koperasi, kita bisa mendapatkan permodalan dengan jasa yang lebih ringan dan tentunya lebih ramah”, tandasnya.

(Sesaat Setelah Pembukaan Rapat Koordinasi)

 

Hal senada juga disampaikan Sekretaris GKPRI Jatim, R. Nugroho. Menurutnya konglomerasi koperasi merupakan wujud dari prinsip-prinsip koperasi. Yaitu kerjasama dan gotong royong.

“Konglomerasi koperasi itu wujud dari jati diri koperasi. Secepatnya kami akan merealisasikan hal tersebut. Dan sebagai langkah awal, saat ini kami sedang merumuskan dan menginvetarisir peluang usaha dan akses permodalan yang bisa diakses oleh anggota”, ujar Nugroho.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Satgas LPDB Jatim yang menawarkan permodalan terhadap koperasi dengan platform yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. Menanggapi hal tersebut, Nugroho menilai bahwa hadirnya LPDB merupakan bentuk fasilitasi dari pemerintah. Karena permodalan tersebut murni berasal dari APBN yang notabene merupakan uang rakyat.

“Hadirnya LPDB dalam membantu permodalan pada koperasi patut untuk diapresiasi. Tetapi sebelum melangkah kearah itu kami akan melakukan kajian secara komprehensif dalam merespon stimulus dari LPDB. Selama itu tidak memberatkan koperasi dan lebih baik dari perbankan, maka perlu untuk dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif permodalan bagi koperasi. Tetapi hal tersebut bukan kemudian akan menggagalkan niatan kami untuk melakukan konglomerasi koperasi”, pungkas Nugroho. [Elc]

Berita Lainnya