Dekopinwil Jatim Dorong Pemahaman Koperasi Sejak Dini

 

Surabaya, PipNewsJatim.Com – Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Dekopinwil Jatim, Drs. Joko Rokhani Sanjaya, MM, mengatakan bahwa saat ini Dekopinwil Jatim akan terus melakukan ideologisasi dan membumikan koperasi sejak dini. Menurutnya, hanya dengan hal tersebut, koperasi dimasa mendatang akan tetap betahan dan eksis.

“Salah satu cara agar koperasi tetap eksis dimasa mendatang adalah dengan ideologisasi koperasi sejak dini. Yaitu kepada siswa. Mereka sudah harus tahu apa itu koperasi. Mereka adalah aset dan kader penerus koperasi”, kata Joko Rokhani Sanjaya disela-sela rapat penyusunan Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi dan Pedoman Koperasi Siswa Bagi SMA, SMK dan MA di Rumah Makan Koki Kita Medaeng-Surabaya, Senin, (29/04/2019).

Era revolusi industri 4.0/millenial yang secara demografi adalah generasi Gen Y. Untuk mengadapi itu semua, Dekopinwil Jatim mendorong generasi gen Y memahami berkoperasi yang disesuaikan dengan kemampuannya. Generasi gen Y berada pada level siswa SMA sederajat. Salah satu upaya Dekopinwil Jatim adalah akan melakukan fasilitasi dalam bentuk modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi khusus untuk tingkat SMA dan yang sederajat.

Joko Rokhani Sanjaya menjelaskan bahwa penyususan Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi yang saat ini sedang digarap bertujuan untuk membangun kesadaran berkoperasi dan berwirausaha dikalangan SMA yang sederajat. Menurutnya, melalui Modul tersebut, siswa secara dini bisa mengenal Koperasi dan kewirausahaan.

“Modul kewirausahaan berbasis koperasi itu adalah bentuk fasilitasi dan upaya Dekopinwil Jatim untuk mengenalkan koperasi secara dini terhadap generasi muda, gen Y dan SMA yang sederjat”, jelasnya.

Selain itu, Joko Rokhani Sanjaya menyatakan bahwa tolak ukur keberhasilan dari program yang digagasnya saat ini adalah semakin banyak terbentuknya Koperasi Siswa (Kopsis) di setiap sekolah yang diikuti dengan semakin banyaknya siswa yang bergabung di Kopsis . “Semakin banyak Kopsis terbentuk di setiap sekolah dan semakin banyak siswa berproses di Kopsis, maka program kami berhasil”, pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Kopsis SMKN 1 Turen Kabupaten Malang, Sutriasih yang juga turut hadir pada penyususnan Modul Kewirausaan Berbasis Koperasi untuk tingkat SMA dan yang sederajat mengatakan bahwa langkah dan upaya Dekopinwil Jatim dalam membuat Modul tersebut patut diapresiasi. Menurutnya, saat ini modul perkoperasian terhitung sangat minim dan perlu diupdate.

“Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi ini adalah langkah konkrit Dekopinwil Jatim dalam mengidelogisasi koperasi sejak dini. Langkah ini patut diapresiasi”, kata pembina Kopsis yang menjadi juara nasional tahun 2011 ini.

Sutriasih mengungkapkan bahwa Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi yang saat ini masih dalam proses penyusunan ini, dapat membantu siswa lebih memahami koperasi secara aplikatif. Karena, Modul tersebut disajikan secara kekinian dan “renyah” mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0 sehingga mudah dipahami oleh siswa.

Sutriasih menambahkan bahwa pada Modul tersebut, siswa akan dibimbing untuk membuat busness plan secara sederhana dengan objek usaha yang berada di lingkungan sekitar.

“Siswa dibimbing membuat business plan dan diberi pengetahuan tentang koperasi. Tujuannya adalah terbentuknya jiwa kewirausahaan berbasis koperasi sejak dini”, pungkasnya. [Elc]

 

Berita Lainnya