Dekopinwil Jatim dan Dekopinda Se Jawa Timur Ambil Sikap Terkait Munas 2019 di Makasar

(Penasehat Dekopinwil Jatim, Prof. JG. Nirbito Bersama H. Aloewi pada saat konsolidasi gerakan koperasi se Jatim)

 

Sidoarjo, PipNewsJatim.Com – Pasca Munas Dekopin di Makasar 11 – 14 November 2019, pimpinan Dekopinwil Jawa Timur bersama seluruh dekopinda se jatim dan Pusat/Gabungan Koperasi Jawa Timur dalam rapat konsolidasi di Hotel Sofia Front One tanggal 6 Desember 2019, telah mengambil sikap untuk melanjutkan agenda Munas Dekopin yang belum diselesaikan yaitu menyusun pimpinan Dekopin 2019 – 2024 bersama seluruh gerakan koperasi di tanah air yang tetap mempertahankan keberadaan Dekopin sesuai Keppres 6/2011.

R. Nugroho salah satu pimpinan Dekopinwil Jawa Timur menyatakan bahwa Munas Dekopin Makassar telah gagal menyusun pimpinan Dekopin yang sah sesuai AD/ART sesuai keppres 6/2011.
“Yang terjadi, justru adanya upaya memaksa perubahan Anggaran Dasar yang melanggar Keppres untuk dijadikan pedoman menyusun pimpinan Dekopinwil demi memuluskan vested interest (kepentingan, Red) sebagian kelompok elite Dekopin”, Ujarnya

Tak berbeda jauh dengan apa yang disampaikan Nugroho, DR. Herman Suryokumoro mengatakan bahwa pemilihan dan pengesahan Pimpinan Dekopin 2019 – 2024 dibawah Nurdin Halid inkonstitusional dan tidak sah.
Menurutnya Herman, Kajian Hukum tentang pelanggaran Anggaran Dasar Dekopin berkaitan pemilihan pimpinan Dekopin sebagaimana dirumuskan oleh Dekopinwil Jatim bersama Dekopinda dan Induk koperasi sebagai peserta Munas yang taat atas Keppres 6/2011 sudah selesai dan sudah diserahkan kepada Menteri Koperasi.

“Kajian hukum sudah final. Tidak perlu ditambah maupun di direvisi lagi karena sudah disampaikan kepada Pak Menteri Koperasi. Yang harus kita lakukan adalah segera menyusun pimpinan Dekopin yang sesuai Kepres No. 6 Tahun 2011 dan segera sampaikan secara resmi kepada pemerintah”, ujarnya

Sementara itu, Penasehat Dekopinwil Jatim, Prof. JG. Nirbito mengatakan bahwa Dekopin itu adalah pembina koperasi. Polemik konflik di Dekopin seharusnya tidak perlu terjadi, tetapi juga harus taat aturan dan AD/ART agar tidak serampangan.

“Saya menyesalkan konflik ini. Seharusnya kejadian ini tidak perlu terjadi. Saya berharap, kita perlu membangun kembali persatuan seluruh gerakan koperasi Indonesia yang sempat terpecah pasca Munas Dekopin kemarin. Saya berharap semuanya taat pada AD/ART. Kita ini pembina koperasi. Kita harus jadi teladan bagi mereka”, tandasnya. [AF]

Berita Lainnya