Dekopinda Pacitan Gelar Bimtek Pengawas Koperasi

 

Pacitan, PipNewsJatim.Com – Ketua Dekopinda Pacitan, Imam Sumanto menyampaikan bahwa kedepan pengawas koperasi harus mampu membuat laporan sendiri. Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimtek Pengawas Koperasi di gedung KPRI Jasa Hikmah Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Sabtu (13/10/2018).

Menurutnya, tidak sedikit pengawas koperasi yang tidak bisa membuat laporan pengawasan terhadap koperasinya. Akibatnya, hasil pengawasannya tidak up to date karena terkendala dengan pembuatan laporan pengawasan yang bergantung pada pihak lain.

“Sengaja kami melaksanakan Bimtek khusus bagi pengawas koperasi agar pengawas tersebut semakin profesional”, ujarnya.

Imam Sumanto menambahkan Bimtek bagi pengawas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM pengawas koperasi. Pihaknya yakin apabila pengawas koperasi memiliki kecakapan dan profesional, maka pasti akan berdampak pada majunya suatu koperasi.

“Saya yakin kalau pengawas koperasi itu profesional, maka pasti koperasinya akan semakin maju”, tuturnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Bidang Organisasi dan Kelembagaan Dekopinda Pacitan, Suyitnyo, sangat sependapat dengan yang disampaikan Imam Sumanto. Menurutnya, pengawas merupakan perwakilan dari anggota dalam memberikan pengawan terhadap pengurus koperasi. Oleh karena itu, melalui Bimtek Pengawas Koperasi, diharapkan agar pengawas menjadi mandiri dan amanah.

“Pengawas itu adalah wakil dari anggota dalam melakukan pengawasan terhadap pengurus. Melalui Bimtek tersebut, kami berharap pengawas menjadi mandiri dan amanah”, ujarnya.

Perlu diketahui bahwa Bimtek Bagi Pengawas Koperasi merupakan agenda yang sudah ditetapkan dalam program kerja Dekopinda Pacitan 2018. Menurut Suyitnyo, apabila tersebut secara nyata memberikan dampak positif bagi koperasi, maka progran tersebut akan dijadikan program wajib yang menjadi rutinitas Dekopinda Pacitan.

“Semoga Bintek ini bermanfaat dan segera terlihat manfaatnya. Apabila program ini berhasil, kedepan akan kami jadikan sebagai program wajib yang berkesimabungan” pungkas Suyitno. [Elc]

 

Berita Lainnya