Dekopin Pusat Mendapat Kunjungan Dari Dekopinda Kabupaten Kupang

Rombongan Dekopinda Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat di terima di ruangan Ketua Harian Dekopin Pusat, Agung Sudjatmoko.

 

Jakarta, PIPNewsJatim.Com – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) pusat kedatangan tamu kunjungan dari Dekopinda Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedatangan rombongan tersebut juga bersama dengan Dinas Koperasi dan Komisi B DPRD setempat. Kamis (14/12/2017).

Kunjungan tersebut diterima oleh Ketua Harian Dekopin, antara lain mendiskusikan tentang peran fungsi Dekopin, program kerja, bentuk kerjasana pengembangan Koperasi serta berbagai peluang usaha yang harus dilakukan oleh gerakan koperasi.

Kunjungan tersebut Gerakan koperasi merupakan stakeholder pemerintah dalam membangun ekonomi rakyat. Dekopin sebagai wadah gerakan koperasi mempunyai peran strategis untuk memperjuangkan kepentingan koperasi serta menyalurkan aspirasi koperasi kepada pemerintah, dewan perwakilan maupun organisasi atau asosiasi bisnis. Untuk mencari berbagai informasi dan data terkait dengan tugas tersebut Dekopinda Kab. Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Komisi B dan Dinas Koperasi UKM melakukan kunjungan kerja ke Dekopin Pusat.

Kunjungan yang diterima oleh Ketua Harian Dekopin Pusat, Agung Sudjatmoko. Dalam kunjungan itu, banyak hal yang diperbincangkan, mulai terkait peran fungsi Dekopin, program kerja, bentuk kerjasana pengembangan Koperasi serta berbagai peluang usaha yang harus dilakukan oleh gerakan koperasi.

Menjawab berbagai pertanyaan dan permasalahan gerakan koperasi di Kabupaten Kupang, Agung Sudjatmoko menyampaikan bahwa pemerintah harus menjadikan Dekopinda sebagai mitra untuk menggerakan koperasi. Menurutnya itu sesuai amanah, pertama, UU Koperasi No 25/92 pasal 57-59 merupakan landasan eksistensi Dekopin dan Keprees No 6/2011 tentang AD Dekopin memberi amanah atas tugas konstitusi tersebut.

Kemudian berikutnya, lanjut Agung, sejarah keberadaan gerakan lebih lama ada karena Dekopin yang awal berdirinya di namakan Sokri merupakan bentukan kolaboratif antara gerakan koperasi dengan pemerintah. Dan kedepan, membangun kopersai membutuhkan sinergitas serta kemitraan yang kuat antara pemerintah dan gerakan serta antara gerakan koperasi sendiri.

“Zaman sudah berubah, kalau koperasi tidak melakukan perubahan secara kelembagaan dan bisnis serta ditunjang oleh kulalitas sumber daya manusia, maka eksistensi koperasi akan tergusur atau hilang dalam dinamika perekonomian rakyat dan nasional,” tandas Agung.

Untuk melakukan perubahan tersebut, tambah Agung, jajaran Dekopin dari pusat sampai daerah harus melakukan perubahan strategi mengembangkan koperasi dengan mengarahkan koperasi pada, pertama, konsolidasi usaha, kedua, modernisasi manajemen, ketiga, memanfaatkan teknologi dan IT dalam pengelolaan koperasi, keempat, kembali ke jatidiri secara konsisten, dan kelima, membangun sinergi kerjasama usaha antar koperasi maupuan koperasi dengan badan usaha lain,” demikian ditegaskan oleh Agung kepada rombongan Dekopinda Kabupaten Kupang yang dipimpin oleh Ketuanya Yohanes Munah

Ditempat yang sama, Pak Agus, anggota komisi B DPRD Kabupaten Kupang yang ikut dalam rombongam mengakui bahwa selama ini Dekopinda Kabupaten Kupang telah melakukan konsolidasi organisasi dan kerjasama dengan pemerintah.

“Kedepan masih banyak agenda kegiatan yang harus dilakukan secara harmonis antara Dekopinda dengan Dinas. Dan DPRD mempunyai komitmen untuk mendorong mengembangkan koperasi di daerah, karena kenyataannya koperasi telah mampu membantu rakyat memenehui kebutuhan ekonominya. Koperasi dapat menjadi tulang punggung usaha kecil, karena kesulitan usaha dalam aspek permodalan di Kabupaten Kupang banyak disupport oleh koperasi,” tukas Agus yang juga Pengurus Dekopinda Kabupaten Kupang. [ASM]

Berita Lainnya