Bidang Ketahanan Pangan, Industri dan Perdagangan Dekopin Jatim, Ini Program Yang Disiapkan

Ketua Bidang  Ketahanan Pangan, Industri dan Perdagangan Dekopinwil Jatim Suharyono, ST

 

Surabaya, PIPNewsJatim.Com – Pada tahun 2018 ini, Bidang Ketahanan Pangan, Industri dan Perdagangan, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jawa Timur telah menyiapkan beberapa program untuk pemberdayaan gerakam koperasi, khususnya koperasi yang berbasis pertanian.

“Plan 2018, kita akan mengajak koperasi- koperasi yang berbasis pertanian di wilayah Jatim untuk bersatu mewujudkan kerjasama potensi pertanian,” jelas Ketua Bidang  Ketahanan Pangan, Industri dan Perdagangan Dekopinwil Jatim Suharyono, ST dalam rilisnya yang diterima redaksi PIPNewsJatim. Senin (1/1/2018).

Ia akan mengajak Koperasi berskala besar untuk bisa senergi dan mau untuk memberikan penyuluhan, bimtek dilapangan. “Mulai dari mutu bibit, pupuk,  obat, alat- alat seperti traktor, klinik hingga pemasaran,”tandas pria yang akrab dipanggil Haryono ini.

Dalam hal ini Dekopin yang memiliki fungsi fasilitasi kegiatan tersebut, goal mayornya adalah membentuk konsorsium produk pertanian untuk dipasarkan ke anggota dan ritel-ritel koperasi di indonesia pada umumnya dan khususnya di Jawa Timur

Dekopin akan memfasilitasi dan mendorong koperasi berbasis industri produk untuk bersatu dan bergabung untuk menciptakan bisnis saling menguntungkan.

“Melalui temu usaha bisa menangkap peluang bisnis . Harapan kami para insan koperasi dan pengurus koperasi  primer mempunyai jiwa bisnis (enterpreneurship). Dan koperasi Primer mempunyai multi usaha, agar kesejahteraan anggota meningkat,” terangnya.

Untuk sektor Perdagangan, lanjut Haryono, Dekopinwil jatim mempunyai konsep memajukan Ritel koperasi untuk merubah mindsite dari toko konvensional menjadi modern mini market sistem swalayan.

Dekopinwill Jatim, Akrindo dan UKM sejalan untuk meningkatkan ekonomi di jawa timur. Melalui jaringan ritel koperasi sebagai estalase produk UKM, sehingga produk UKM bisa meningkatkan penjualannya.

“Keinginan kami di tiap-tiap Kabupaten ada DC (ditributor Center) untuk mengcover ketersediaan barang-barang ritel dengan harga murah dan kontiyu,” pungkasnya.[Kang]

Berita Lainnya