Aspek Pembelajaran Koperasi Hilang, Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi Solusinya

 

Malang, PipNewsJatim.Com – Puluhan dosen dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jawa Timur menghadiri Pelatihan Perkoperasian Bagi Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan Berbasis Koperasi yang dilaksanakan oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jatim, Hotel Pelangi Malang, Kamis (29/11/2018).

Menurut Majelis Pakar Dekopinwil Jatim, Prof. DR. Maryunani yang juga salah satu tim ahli penyusunan Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi, menyampaikan bahwa saat ini modul pembelajaran koperasi sangat minim bahkan sudah hilang dari pelajaran di tingkat sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar para dosen untuk mengajarkan koperasi.

“Saat ini Koperasi sudah tercerabut dari pelajaran dan mata kuliah. Oleh karena itu, demi keberlangsungan koperasi, kami berharap agar para dosen konsisten untuk mengajarkan koperasi”, ujarnya.

Prof. Maryunani optimis, Modul Kewirausahaan Berbasis Koperasi akan menjadi solusi atas stagnasi kaderisasi koperasi di tingkat perguruan tinggi. Menurutnya, selain menggerakkan mahasiswa untuk terlibat di Kopma, secara ideologis pemahaman tentang koperasi perlu diajarkan melalui matakuliah agar mahasiswa memahami bagaimana berwirausaha melalui koperasi.

Edisi revisi ke III modul kewirausahaan berbasis koperasi ini disajikan dengan renyah dan dapat mudah dipahami baik oleh masyarakat pada umumnya maupun pemuda dan mahasiswa pada khususnya. Melalui Dekopinwil Jatim pihaknya akan terus memperbaharui modul tersebut sesuai situasi dan kondisi dan perkembangan zaman. Tujuannya adalah agar modul tersebut dapat menjawab tantangan zaman tentang persoalan koperasi.

“Modul kewirausahaan berbasis koperasi ini adalah solusi untuk menggerakkan mahasiswa untuk berkoperasi. Agar modul ini bisa menjawab tantangan zaman, kami tim penyusun akan terus memperbaharuinya” tuturnya.

Prof. Maryunani menggambarkan koperasi saat ini seperti sholat shubuh berjamaah. Menurutnya, koperasi saat ini banyak dihuni oleh orang lanjut usia sama seperti pada saat sholat shubuh, dimana hanya dipenuhi orang lanjut usia sementara yang muda tidak ada.

“Sangat ironis, kondisi koperasi saat ini seperti sholat shubuh berjamaah. Dimana yang berjamaah didominasi orang lanjut usia. Sedangkan yang muda entah kemana atau mungkin masih tidur”, pungkas guru besar Brawijaya ini. [Elc]

 

Berita Lainnya